Travel Alert

Supaya Tidak Mogok, Ketahui Batas Aman Kendaraan Saat Melintasi Banjir

Meskipun tidak disarankan, tetapi apabila dalam kondisi terdesak jadi tahu sampai di mana batas aman mobil menerabas banjir.

Tribun Kaltim/NEVRIANTO
Warga terpaksa menuntun sepeda motor yang mogok lewat trotoar Simpang Mall Lembuswana, Samarinda karena banjir setelah diguyur hujan Kamis (30/4/2020). Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG hari ini, telah mengeluarkan resmi prakiraan cuaca untuk wilayah Kota Samarinda hari ini, Rabu 27 Mei 2020. 

Supaya Tidak Mogok, Ketahui Batas Aman Kendaraan Saat Melintasi Banjir

TRIBUNKALTIM.CO - Banjir di Kota Balikpapan Senin (27/7/2020) membuat aktivitas warga terganggu. Banjir juga kerap menyergap warga Kota Samarinda, Kutai Kartanegara dan sekitarnya ketika hujan deras.

Meski begitu, tidak ada salahnya bagi pengemudi tahu tentang batas aman mobil bisa menerabas genangan air.

Di media sosial juga beredar foto dan video, sebuah mobil yang mogok lantaran nekat menerjang banjir di Kota Samarinda.

Meskipun tidak disarankan, tetapi apabila dalam kondisi terdesak jadi tahu sampai di mana batas aman mobil menerabas banjir.

Lantas, bagaimana dengan batas aman mobil melewati genangan air? Menurut Didi Ahadi, Technical Support PT Toyota Astra Motor (TAM), jika masih di bawah bodi kendaraan masih aman.

"Ada baiknya jika ada genangan air yang cukup tinggi dihindari, karena kalau sudah sejajar dengan mesin itu sudah berbahaya karena air akan masuk ke dalam filter udara.

Dan air masuk ke ruang mesin sehingga dapat menimbulkan water hammer atau piston bengkok," ujar Didi beberapa waktu lalu.

 Tips Ketika Mobil Terjebak Banjir, Jangan Buru-buru Distarter

Ilustrasi: mobil menerjang banjir
Ilustrasi: mobil menerjang banjir (net)

Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) ketika dihubungi KOMPAS.com juga mengatakan hal demikian.

Menurut dia, batas aman mobil dapat melewati genangan air atau banjir, yaitu 30 cm di bawah air intake (saluran udara).

"Kalau untuk batas mobil bisa menerobos banjir, sekitar 30 cm di bawah air intake," kata Sony. Sony menjelaskan, setiap pemilik mobil harus mengetahui letak air intakenya, karena setiap mobil berbeda.

Sementara itu pada kesempatan yang berbeda, Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), pernah mengatakan, batas aman mobil melewati genangan air maksimal sejajar dengan sumbu roda.

"Jangan sampai melebihi sumbu roda karena dikhawatirkan ECU dan sistem elektrikal mobil terkena air hingga menyebabkan korslet," kata Jusri beberapa waktu lalu.

Sebaiknya, kata dia ketika merencanakan perjalanan diharapkan memilih rute yg tidak tergenang banjir.

Ikuti kami di
Editor: Server
Sumber: Tribun Kaltim
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved