Travel Tips

Ketika Mobil Terjebak Banjir, Jangan Buru-buru Distarter, Ini Tips Agar Mesin Tidak Cepat Rusak

Perlu dipahami, air adalah musuh utama bagi kendaraan bermotor seperti mobil. Terutama di musim hujan seperti sekarang ini.

WinNet
Ilustrasi. Sejumlah kendaraan menerjang banjir 

Ketika Mobil Terjebak Banjir, Jangan Buru-buru Distarter, Ini Tips Agar Mesin Tidak Cepat Rusak

TRIBUNKALTIM.CO, TRAVEL - Banjir hingga saat ini masih menjadi momok bagi sebagian besar warga Kalimantan Timur.

Saat diguyur hujan deras, banjir terjadi mulai dari Balikpapan, Samarinda, Bontang, Kutai Timur, bahkan hingga wilayah paling utara Kalimantan Timur, Kabupaten Berau.

Banyak pengendara yang mengalami kerusakan mobil akibat banjir, mulai dari kerusakan ringan hinga terberat.

Perlu dipahami, air adalah musuh utama bagi kendaraan bermotor seperti mobil. Terutama di musim hujan seperti sekarang ini, pengguna mobil harus lebih waspada saat melewati genangan air.

"Kalau mobil sudah berhenti (mati mesin) di tengah genangan air, jangan coba-coba di-starter. Karena bisa menyebabkan water hammer," kata Senior Manager Service Division PT Honda Prospect Motor Muhammad Zuhdi.

 Ini 5 Jenis Asuransi Tepat Buat yang Sering Kebanjiran

 AC Mobil Bau? Ini 6 Tips untuk Mengatasinya

 AC Mobil Mendadak Jadi Panas? Lakukan Ini untuk Mengatasinya

 Supaya Wiper Mobil Lebih Awet, Cukup Tambahkan Shampo

Water hammer adalah keadaan saat mesin mobil mati mendadak, disebabkan air yang masuk ke dalam ruang bakar melalui saluran udara atau air intake.

Masuknya air ke dalam ruang bakar, memberikan tekanan yang sangat besar di ruang silinder dari piston.

Akibatnya, setang seher bengkok, ring piston rusak, dinding silinder baret, dan paling parah kepala silinder yang melengkung.

"Itu karena air yang masuk ke ruang bakar tidak bisa dikompresi mesin,"jelasnya.

 BBM Menipis, Matikan AC, Apa Pengaruhnya?

 Kenapa Posisi Tutup Tangki BBM Tiap Mobil Tidak Sama, Kiri dan Kanan?

 Menggunakan BBM Oktan Tinggi, Tidak Selalu Baik untuk Mesin

Water hammer juga bisa terjadi, meski mobil tidak terendam air. Biasanya akan terjadi water hammer jika terkena cipratan air saat mobil melintasi genangan dengan kedalaman setengah lingkar ban mobil.

Karena itu, sangat disarankan untuk menghindari menerjang genangan air dan banjir. Water hammer bisa mengakibatkan kerusakan parah.

Untuk memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh efek water hammer ini, bisa menghabiskan biaya jutaan rupiah.

Ikuti kami di
Editor: Server
Sumber: Tribun Kaltim
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved