Traveling

Risiko Terinfeksi Virus Corona, Pendaki Gunung Disarankan Swab Test

Pendakian gunung termasuk ke dalam kategori olahraga dengan intensitas infeksi virus sedang hingga tinggi.

Shutterstock
Naik gunung di ketinggian tertetntu bisa membuat anda mengalami halusinasi. 

Sophia melihat, kegiatan pendakian gunung sama dengan olahraga lainnya.

Ia pun menceritakan para atlet juga melakukan swab test PCR untuk cabang olahraga sepakbola Liga Indonesia yang rencana bakal digelar.

"Atlet kita juga wajib swab test meski nantinya kita rencanakan Liga tanpa penonton," terangnya.

Sementara itu, Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Bandung, dokter Franky Moudy Rumondor, juga menyarankan untuk mendeteksi seseorang terkena Covid-19 atau tidak dengan cara swab test PCR.

Hal ini agar daerah pendakian yang saat ini masuk dalam zona hijau dan kuning, tidak meningkat kembali menjadi zona merah.

"Jangan sampai kita membuat tempat wisata yang berada di zona hijau dan kuning ini menjadi merah," kata Franky.

"Karena PCR itu menentukan orang terkena Covid-19 apa tidak, sementara rapid itu tidak menentukan, bahkan dia tidak menentukan orang itu reaktif karena terinfeksi virus atau oleh bakteri," lanjutnya.

Kendati demikian, Sophia memberikan solusi jika situasi yang belum memungkinkan bagi semua orang melakukan swab test, yakni rapid test sebanyak dua kali.

Ikuti kami di
Editor: Server
Sumber: Tribun Kaltim
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved