Aplikasi

'Zoom Fatigue’, Fenomena Kelelahan Setelah Melakukan Konferensi Video

Eichler-Levine biasanya memimpin kelas secara langsung di mana ia dengan mudah mengukur emosi murid-muridnya, bahkan ketika membahas topik berat.

Getty Image
Ilustrasi. Banyak orang mengatakan bahwa mereka memiliki pengalaman yang sama sehingga fenomena ini pun kerap disebut sebagai “Zoom Fatigue”. 

'Zoom Fatigue’, Fenomena Kelelahan Setelah Melakukan Konferensi Video

TRIBUNKALTIM.CO – Jodi Eichler-Levine baru saja selesai mengajar kelas daring via Zoom dan ia langsung terlelap di ruang kerjanya. Profesor studi agama di Lehigh University ini mengatakan, meskipun kegiatan mengajar selalu melelahkan, ia tidak pernah sampai hampir pingsan seperti itu.

Eichler-Levine biasanya memimpin kelas secara langsung di mana ia dengan mudah mengukur emosi murid-muridnya, bahkan ketika sedang membahas topik berat.

Kini, seperti banyak orang di seluruh dunia, pandemi COVID-19 telah mendorong hidup Eichler-Levine ke ruang virtual. Dan selain mengajar jarak jauh, ia juga harus menghadiri rapat departemen, juga berkomunikasi dengan teman-temannya melalui aplikasi video conference, Zoom.

“Ini rasanya seperti berakting karena kita hanya terlihat dalam kotak kecil di layar. Saya benar-benar lelah,” kata Eichler-Levine.

Banyak orang mengatakan bahwa mereka memiliki pengalaman yang sama sehingga fenomena ini pun kerap disebut sebagai “Zoom Fatigue”. Namun, tidak hanya dengan Zoom, kondisi tersebut juga kerap dirasakan mereka yang menggunakan Google Hagouts, Skype, FaceTime, atau jenis video call lainnya.

Ledakan penggunaan video call ini pun mengarahkan pada eksperimen sosial yang tidak pernah terjadi sebelum pandemi COVID-19. Hasilnya menunjukkan  bahwa interaksi virtual bisa sangat memengaruhi otak.

“Ada banyak penelitian yang menunjukkan bahwa manusia benar-benar kesulitan karena hal ini,” kata Andrew Franklin, asisten profesor ilmu psikologi siber di Norfolk State University.

Menurutnya, orang-orang terkejut dengan betapa sulitnya melakukan panggilan video yang terbatas pada layar kecil dan banyaknya gangguan.

Ilustrasi video call
pressfoto/freepik Ilustrasi video call

Manusia berkomunikasi, bahkan ketika mereka diam. Selama percakapan, otak berfokus pada kata-kata yang diungkapkan. Namun, selain itu, ada juga makna tambahan yang berasal dari lusinan isyarat nonverbal, seperti apakah lawan bicara menghadap Anda atau buang muka, gelisah, atau menghela napas dan siap untuk menyela.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Server
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved