Pariwisata

Apakah Perjalanan Wisata Minat Khusus Bakal Digemari Pascapandemi?

Pariwisata tidak hanya soal meningkatnya aktivitas ekonomi kreatif, tetapi juga permasalahan sosial, budaya, dan lingkungan.

Getty Image
Seorang warga Badui membawa pisang yang diambil dari kebunnya untuk dijual di pasar. 

Apakah Perjalanan Wisata Minat Khusus Bakal Digemari Pascapandemi?

TRIBUNKALTIM.CO — Awal Juli ini, kita mendapat kabar miris. Ketika kampung-kampung adat bersolek menjadi bagian wisata, warga Badui justru menolak kawasannya menjadi bagian tujuan wisata. 

Alasannya cukup manusiawi. Semenjak brosur dan narasi Badui bagian tujuan wisata, banyak pelancong singgah di kampung mereka.

Mungkin dari sisi ekonomi, kedatangan pelancong bisa membatu perekonomian setempat. Namun, semenjak saat itu pula warga Badui menyaksikan kemirisan kampung mereka.

Permasalahan sampah dan nilai-nilai tradisi yang tak lagi dihormati menjadi penyebabnya. Mereka pun seolah merasa tidak dihargai sebagai manusia karena dianggap sebagai tontonan belaka.

Pariwisata tidak hanya soal meningkatnya aktivitas ekonomi kreatif, tetapi juga permasalahan sosial, budaya, dan lingkungan.

Perkara warga Badui tadi hanya pucuk gunung es dari dampak buruk wisata massal terhadap kehidupan warga setempat.

Salomina Pabika menyelesaikan pembuatan noken di Jalan Anelagak Hotel Jerman, Kampung Yumugima, Distrik Siepkosi, Kabupatten Jayawijaya, Papua. Salomina merupakan salah satu penggerak masyarakat perempuan di Kelompok Kerajinan Noken Humi Soge yang memproduksi noken dan mengembangkannya menjadi produ
Djuli Pamungkas/National Geographic Indonesia
Salomina Pabika menyelesaikan pembuatan noken di Jalan Anelagak Hotel Jerman, Kampung Yumugima, Distrik Siepkosi, Kabupatten Jayawijaya, Papua.
Salomina merupakan salah satu penggerak masyarakat perempuan di Kelompok Kerajinan Noken Humi Soge yang memproduksi noken dan mengembangkannya menjadi produ

Semenjak pandemi menjangkiti Planet ini—termasuk negeri kita—salah satu sektor ekonomi yang terpukul adalah pariwisata.

Pandemi telah menjungkirbalikkan rencana perjalanan berlibur. Semua tempat wisata mati suri, pun hotel dan layanan biro wisata tiarap.

Barangkali, pandemi pula yang mendorong kita untuk merenung dan berpikir ulang tentang format wisata yang sesuai pascapandemi.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Server
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved