Hiburan

Soal Rencana Pembukaan Bioskop di Balikpapan, CGV Masih Wait and See

"Kami seluruh manajemen CGV sepakat untuk buka berbarengan, sesuai dengan keputusan pemerintah pusat," kata Cinema Manager CGV Cinemas Plaza Balikpapa

istimewa
Ilustrasi nonton di bioskop saat pandemi virus corona 

Soal Rencana Pembukaan Bioskop di Balikpapan, CGV Masih Wait and See

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pemerintah Kota atau Pemkot Balikpapan telah menerbitkan Surat Edaran Nomor: 440/0397/Pem tentang Panduan Fase Kedua Relaksasi/Pelonggaran Kegiatan Sosial Masyarakat pada Masa Pandemi Covid-19.

Beleid tersebut juga mengatur tentang diperbolehkannya tempat hiburan seperti bioskop, beroperasi seperti biasa. Namun tetap dengan protokol Covid-19.

Bioskop Dibuka 29 Juli 2020, Epidemiolog Jadi Khawatir Penyebaran Virus Corona

Bioskop Belum Dibuka, Ada Ratusan Film Indonesia yang Antri Menunggu Pemutaran di Layar Lebar

Cinema Manager CGV Cinemas Plaza Balikpapan Ella Atresia menyebut untuk membuka bioskop dalam waktu dekat, pihaknya masih wait and see.

"Namun kami seluruh manajemen CGV sepakat untuk buka berbarengan, sesuai dengan keputusan pemerintah pusat," tambahnya.

Meski menutup operasional terhitung sejak akhir Maret lalu, manajemen CGV Balikpapan tetap melakukan pemeliharaan gedung bioskop. Sistemnya tidak berbeda dari sebelum pandemi. Secara rutin, seminggu dua kali pihak manajemen melakukan pengecekan dan pembersihan seluruh area bioskop. Sehingga semuanya tetap aman.

Ketika dibuka, protokol kesehatan yang dilakukan CGV sama dengan disiplin protokol yang ada. Yaitu melakukan simulasi penerapan protokol kesehatan menonton oleh para staff,

pemasangan marker social/Physical distancing di sejumlah area bioskop, perlengkapan APD untuk para staff, termasuk penyediaan hand sanitizers, pengingat/reminder bagi staff untuk mencuci tangan,

terus menjalin komunikasi dengan produser/PH terkait dengan jadwal penayangan film, terus menjalin komunikasi dengan online merchant dalam pembelian ticket secara digital/online payment, serta penyesuaian/Setting-up di system ticketing untuk physical distance seating di dalam Auditorium.

Selain itu, juga ada rencana penambahan Self service Ticket Machine (STM).

"Ini sebenarnya sudah ada, tapi kita akan tambah nanti di semua bioskop dan ada fitur tambahan juga, selain untuk pembelian tiket nonton, bisa juga pesan makan dan minum di STM ini.

Jadi ketika mereka sudah memesan dan membayar tiket nonton terlebih dulu via online, saat mereka tiba di bioskop, tinggal print ticketnya di STM. Teknologinya touch screen dan ada petunjuk untuk pembelian dan pembayarannya juga untuk memudahkan penggunanya. Sehingga memudahkan pengunjung.

"Bila membeli tiket nonton langsung di tempat (tidak memesan atau membayar online terlebih dulu) metode pembayarannya menggunakan kartu kredit," terang perempuan berambut panjang ini.

STM ini berguna untuk meminimalisir kontak staff dengan penonton, mengurangi antrian pembelian tiket nonton, makan dan minum serta membuat pelayanan lebih cepat. Jika nantinya sudah beroperasi, kapasitas tingkat keterisian juga dibatasi 50 persen saja. Kursi dalam studio pun, akan berjarak. Pada antrian tetap ada protokolnya.

"Persiapan, kita sudah melakukan simulasi sebenarnya dengan menerapkan protokol. Tata cara antrian pembelian tiket hingga costumer keluar dari studio. Dari sisi kesiapan segala aspek, kondisi CGV sudah siap untuk menyambut new normal, namun kami masih menunggu putusan selanjutnya," pungkasnya.

Ikuti kami di
Editor: Server
Sumber: Tribun Kaltim
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved