New Normal

Dilema Pengelola Mall di Balikpapan, Khawatir Sepi Pengunjung, Ramai Pengunjung Juga Khawatir

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia ( APPBI ) Kalimantan Timur Aries Adriyanto menyebut kerugian tidak main-main.

Tribun Kaltim
Ilustrasi. Belanja sandal dan sepatu di mall 

Dilema Pengelola Mall di Balikpapan, Khawatir Sepi Pengunjung, Ramai Pengunjung Juga Khawatir

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Bisnis pusat perbelanjaan tengah menghadapi imbas negatif dari penyebaran wabah virus Corona atau covid-19.

Imbauan menjaga jarak atau social distancing yang digaungkan oleh pemerintah membuat mal di kota-kota besar sepi pengunjung. Termasuk di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia ( APPBI ) Kalimantan Timur Aries Adriyanto menyebut kerugian yang didapat pusat perbelanjaan di Kota Balikpapan tidak main-main.

"Untuk kerugian, pasti ada. Tapi, 'kan kita tidak bisa memaksakan, karena ini keselamatan untuk semua. Pengunjung harus kami jaga, kami batasi 50 persen yang diperbolehkan di regulasi," ujar Aries kepada TribunKaltim.co pada Senin (13/7/2020).

Data yang ia catat, dari bulan Juni ke Juli ini, rata-rata pusar perbelanjaan sudah tumbuh 42 persen untuk pengunjung yang datang di mall Kota Balikpapan. Meski angka itu terbilang meningkat, rasa was-was tetap ada apabila pengunjung melebihi 50 persen.

"Kalau normal, misalnya Plaza Balikpapan, saat normal selama sebulan itu berada di angka 950 ribu. Tapi kalau sekarang kan, masuk new normal pandemi Corona kita harus setengahnya. Jadi, mall ini dilematis. Mall ramai khawatir, mall sepi kamu juga khawatir," jelasnya.

Jumlah pengunjung yang datang, jelas Aries bisa dilihat dari jumlah kendaraan yang terparkir. Rata-rata pengunjung menggunakan kendaraan roda empat maupun roda dua ketika berkunjung di pusat perbelanjaan.

Selain itu, Aries menyebut kerugian pusat perbelanjaan selama covid-19 ini cukup besar.

Ia menyebut selama bulan April sampai Mei, mal-mal di Kalimantan Timur ini bisa menanggung kerugian Rp 2 miliar hingga Rp 3 miliar per mal.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Server
Sumber: Tribun Kaltim
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved