Traveling

Kebiasaan Baru Saat Traveling, Masa Liburan Diprediksi Lebih Panjang

Keberadaan virus ini membuat penduduk beradaptasi dan melakukan hal-hal yang sebelumnya tidak terlalu mereka pedulikan.

Kemenparekraf
Ilustrasi. Tempat wisata di Bali juga mulai menerapkan protokol kesehatan. 

Kebiasaan Baru Saat Traveling, Masa Liburan Diprediksi Lebih Panjang

TRIBUNKALTIM.CO –  Pandemi Covid-19 membuat hampir seluruh negara di dunia mengubah pola hidup dan budayanya.

Keberadaan virus ini membuat penduduk beradaptasi dan melakukan hal-hal yang sebelumnya tidak terlalu mereka pedulikan.

Misalnya, mengenakan masker saat keluar rumah, selalu mencuci tangan hingga bersih, menjaga jarak aman saat berada di keramaian, dan sebagainya.

Kebiasaan yang terbentuk setidaknya dalam setengah tahun terakhir ini bisa jadi akan terus terbawa dalam kehidupan sehari-hari meski nantinya pandemi telah dinyatakan berakhir dan tertangani.

Termasuk saat orang-orang melakukan perjalanan ke suatu daerah atau negara lain.

Dilansir Tribunkaltim Travel dari laman World Economic Forum via Kompas.com, berikut ini beberapa hal yang mungkin menggambarkan kebiasaan yang akan terbentuk di tengah masyarakat dunia dalam melakukan perjalanan, meski pandemi Covid-19 telah mereda.

Transportasi umum
Transportasi umum (istimewa)

Mengurangi Sentuhan Fisik

Meski pandemi corona mulai mereda, orang-orang akan mengurangi kegiatan yang mengharuskan mereka melakukan sentuhan fisik terhadap suatu benda atau permukaan.

Saat di hotel atau bandara, biasanya orang akan banyak memiliki interaksi yang melibatkan sentuhan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Server
Sumber: Tribun Kaltim
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved