Kuliner

Hindari Menyajikan Sosis dan Nugget untuk Makan Anak, Ini Alasannya

Beberapa cara pengolahan yang biasa digunakan antara lain pengasapan, curing atau penggunaan garam bercampur nitrat untuk mengawetkan daging

Shutterstock
Beberapa cara pengolahan yang biasa digunakan antara lain pengasapan, curing (penggunaan garam bercampur nitrat untuk mengawetkan daging), penambahan garam serta pengawet. 

Hindari Menyajikan Sosis dan Nugget untuk Makan Anak, Ini Alasannya

TRIBUNKALTIM.CO, TRAVEL - Daging olahan seperti sosis, nugget, ham, dan bacon tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh anak Anda.

Menurut ahli kesehatan, daging olahan berpotensi menyebabkan kanker di kemudian hari, terutama pada anak-anak.

Ini dikarenakan jika sudah terbiasa mengonsumsi daging olahan dari kecil, anak kemudian terbiasa memasukkan daging olahan dalam menu makanan mereka sehingga meningkatkan risiko menderita kanker saat dewasa.

Daging biasanya memiliki daya simpan yang tidak lama dan cepat menurun kualitasnya. Daging olahan sudah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga daging menjadi tahan lama.

Beberapa cara pengolahan yang biasa digunakan antara lain pengasapan, curing (penggunaan garam bercampur nitrat untuk mengawetkan daging), penambahan garam serta pengawet.

Contoh dari daging olahan yang biasa Anda kenal adalah sosis, nugget, hot dog, salami, daging kornet, dendeng, ham, daging kaleng, dan lain-lain.

Ilustrasi: makanan hasil laut dan darat.
Ilustrasi: makanan hasil laut dan darat. (net)

Mengapa konsumsi daging olahan sebaiknya dibatasi?
Ada beberapa alasan mengapa sebaiknya daging olahan tidak menjadi menu rutin bagi anak Anda:

Tinggi garam dan sodium
Daging olahan biasanya tinggi garam dan sodium. Garam digunakan untuk mengawetkan daging, sifatnya yang mampu menyerap air menjadikan garam bisa mengurangi kadar air dalam daging sehingga menimalkan kemungkinan tumbuhnya bakteri.

Seperti yang Anda ketahui, tingginya garam dapat meningkatkan risiko hipertensi. Garam dalam tubuh dapat memicu peningkatan volume darah, memaksa jantung Anda untuk bekerja lebih keras dan menimbulkan tekanan di arteri.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Server
Sumber: Tribun Kaltim
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved