Hiburan

Main Game Online dan Belanja Online Kini Dikenai Pajak 10 Persen

Dengan demikian, konsumen yang melakukan pembelian game digital atau online melalui platform Steam juga akan dikenakan PPN.

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Ilustrasi. Game online 

Main Game Online dan Belanja Online Kini Dikenai Pajak 10 Persen

TRIBUNKALTIM.CO - Mulai 1 Juli 2020 kemarin, Pemerintah menetapkan untuk menaikkan iuran BPJS Kesehatan

Tak hanya iuran BPJS Kesehatan yang naik, beberapa pajak lainnya juga dikenakan mulai 1 Juli 2020.

Seperti pajak belanja online hingga game, simak penjelasannya dan besaran pajaknya di sini. 

Beberapa pajak dinilai dapat menjadi sumber pemasukan negara yang menjanjikan, sehingga pajak tersebut diberlakukan.

Pajak belanja online

Ilustrasi pembayaran invoice dan e-Faktur melalui OnlinePajak.
Ilustrasi pembayaran invoice dan e-Faktur melalui OnlinePajak. (Dok. OnlinePajak)

Belanja online meningkat sejak pandemi covid-19.

Pemerintah pun telah meneken aturan pemungutan pajak soal belanja online.

Dilansir Kompas.com, (27/4/2020), seluruh konsumen yang melakukan aktivitas pembelian barang/jasa secara digital harus bayar pajak konsumsi sebesar 10 persen dari harga beli.

Itu diatur dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease (covid-19).

Beleid itu mengatur PPN dan pajak penghasilan (PPh) dalam PMSE.

Kemenkeu menjelaskan, ada 7 bentuk dan nilai transaksi barang digital: sistem perangkat lunak dan aplikasi game, video, dan musik penjualan film perangkat lunak khusus perangkat lunak telepon genggam hak siaran atau layanan tv berlangganan penerimaan dari media sosial dan layanan over the top (OTT)

Pajak game

Ilustrasi Code Atma
Ilustrasi Code Atma (Youtube/Agate Games)

Terhitung mulai 1 Juli 2020, Pemerintah secara resmi memungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10 persen untuk pembelian aplikasi dan game online yang berasal dari luar negeri.

Dilansir Kompas.com, (30/6/2020) kebijakan itu termuat dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 48/PMK.03/2020, yang telah diresmikan pada Jumat (15/5/2020) lalu.

Dalam PMK tersebut, produk digital impor dalam bentuk barang tidak berwujud maupun jasa akan dikenai PPN sebesar 10 persen dari harga barang yang dibeli.

Dengan demikian, konsumen yang melakukan pembelian game digital atau online melalui platform Steam juga akan dikenakan PPN.

Steam adalah salah satu platform yang akan memungut PPN.

Steam merupakan layanan distribusi digital video game dari Valve yang berdiri sejak 16 tahun lalu.

Menurut Direktoral Jenderal (Ditjen) pajak, penerapan PPN pada pembelian produk digital diharapkan mampu membantu menanggulangi dampak ekonomi akibat wabah covid-19.

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved