Belanja

Waspada Jika Kecanduan Belanja, Bisa Jadi Tanda Gangguan Jiwa

Seorang pecandu belanja alias shopaholic bisa disebut memiliki gangguan jiwa dan memberi dampak yang cukup signifikan.

istimewa
Ilustrasi, seorang pecandu belanja alias shopaholic bisa disebut memiliki gangguan jiwa dan memberi dampak yang cukup signifikan. 

Waspada Jika Kecanduan Belanja, Bisa Jadi Tanda Gangguan Jiwa

TRIBUNKALTIM.CO, TRAVEL - Anda suka berbelanja? Jika Anda wanita, mungkin tidak heran jika Anda suka berbelanja. Namun, seberapa sering Anda berbelanja?

Dan apakah kegiatan berbelanja Anda mengganggu aktivitas Anda yang lain?

Tahukah Anda bahwa seseorang dapat mengalami kecanduan belanja?

Sementara sebagian besar orang berbelanja untuk tujuan rekreasional, seorang pecandu belanja alias shopaholic bisa disebut memiliki gangguan jiwa dan memberi dampak yang cukup signifikan.

Apa saja gejalanya? Dan bagaimana cara menghadapinya?

Kenapa seorang shopaholic dikatakan memiliki gangguan psikologis?

Kecanduan berbelanja yang juga memiliki nama lain compulsive buying disorder atau monomania, adalah suatu kondisi di mana seseorang mengalami dorongan atau keinginan untuk berbelanja terus menerus yang tidak dapat ditahan.

Para penderita monomania (sering juga disebut para shopaholic) biasanya tidak dapat berhenti memikirkan untuk pergi ke toko dan membelanjakan uangnya. Perilaku ini biasanya menyebabkan gangguan pada fungsi sosial, keuangan, dan bahkan pernikahan.

Para shopaholic mendapatkan kesenangan setelah melakukan pembelian suatu barang. Kepuasan yang dialami penderita saat melakukan transaksi menyerupai kepuasaan yang dialami seorang pecandu obat-obatan.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Server
Sumber: Tribun Kaltim
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved