Virus Corona

Virus Corona Menyebar di dalam Pesawat, Sulit Dihindari Penumpang

Sebuah penelitian juga membeberkan bagaimana penyebaran virus Corona atau covid-19 di dalam Pesawat dan cara pencegahannya.

Editor: Geafry Necolsen
Business Insider
Ilutrasi penumpang pesawat. 

Virus Corona Menyebar di dalam Pesawat, Sulit Dihindari Penumpang

TRIBUNKALTIM.CO - Seorang penumpang Pesawat Garuda Indonesia rute Jakarta-Sorong diketahui positif terinfeksi virus Corona.

Akibatnya, 90 penumpang dalam penerbangan itu diimbau untuk menjalani karantina mandiri selama dua minggu.

Kasus ini bukan pertama kali terjadi.

Sebelumnya, pada awal Juni lalu, dua orang penumpang Pesawat diketahui positif covid-19 setelah menjalani tes swab saat tiba di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Sumatera Barat.

Kasus seperti ini tak hanya ditemukan di Indonesia.

Di beberapa negara, untuk penerbangan internasional, kasus yang sama pernah terjadi.

Sebuah penelitian juga membeberkan bagaimana penyebaran virus Corona atau covid-19 di dalam Pesawat dan cara pencegahannya.

Di tengah pandemi covid-19 saat ini, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menghapus aturan batasan jumlah penumpang sebesar 50 persen dari total kapasitas angkut.

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto mengatakan, Pesawat kini bisa mengangkut penumpang berkisar 70 hingga 100 persen dari kapasitas angkut, bergantung dari jenis armadanya.

Pemeriksaan kesehatan terhadap penumpang pesawat
Pemeriksaan kesehatan terhadap penumpang pesawat (istimewa)

Bahkan Direktur Eijkman Institute of Molecular Biology, Prof Amin Soebandrio, mengatakan bahwa virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit covid-19 di Indonesia traveling terlebih dahulu ke Eropa, Timur Tengah, Amerika Serikat, dan Australia.

Pesawat udara adalah moda transportasinya.

virus SARS-CoV-2, sama halnya dengan penyakit pernapasan lainnya, ditularkan melalui dahak (droplet) atau cairan tubuh lainnya.

Oleh karena itu, World Health Organization (WHO) merekomendasikan masyarakat untuk menjaga jarak setidaknya dua meter, mengenakan masker, dan selalu mencuci tangan.

Namun, di Pesawat, virus akan lebih sulit untuk dihindari karena gerakan spontan penumpang dan kemungkinan virus menempel di permukaan benda dalam jangka waktu yang lama, mulai dari bangku, tray untuk makan, pegangan kursi, sampai gagang pintu toilet.

Penyebaran virus di Pesawat

Mengutip National Geographic, Rabu (10/6/2020), WHO telah memberikan rekomendasi untuk mengosongkan dua baris antarpenumpang di Pesawat.

The New England Journal of Medicine menyebutkan, kriteria yang ditetapkan WHO ini berhasil mengurangi risiko penularan SARS yang mewabah beberapa waktu lalu sebanyak 45 persen.

Namun, di Pesawat, penumpang kerap tidak diam di bangkunya.

Ada yang melakukan peregangan kaki, mengambil majalah dari bangku di depannya, atau berjalan ke toilet.

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved