Travel Alert

Rute & Frekuensi Terbatas, 6 Hal yang Membuat Penerbangan Tertunda di Tengah Pandemi Covid-19

President Director AP II Muhammad Awaluddin, mengatakan pihaknya telah mengindentifikasi hal apa saja yang membuat penerbangan tertunda

Tribun Kaltim/Fachmi Rahman
SYARAT NAIK PESAWAT - (Ilustrasi) Beberapa pesawat dari beberapa maskapai penerbangan beraktivitas di Apron dan Runway Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (8/7/2017). 

Rute & Frekuensi Terbatas, 6 Hal yang Membuat Layanan Penerbangan Tertunda di Tengah Pandemi Covid-19

TRIBUNKALTIM.CO - Diantaranya rute & frekuensi terbatas, 6 hal yang membuat menunda terbang di tengah pandemi Covid-19 

PT Angkasa Pura II (Persero) mencatat ada enam hal yang membuat para traveler menunda terbang di tengah pandemi Covid-19.

President Director AP II Muhammad Awaluddin, mengatakan pihaknya telah mengindentifikasi hal apa saja yang membuat traveler bisa menunda terbang di tengah pandemi.

Berikut hal-hal yang membuat pertimbangan traveler untuk naik pesawat di tengah Covid-19, dan solusinya dari AP II:

Pengecekkan dokumen uji swab bebas Covid-19 di bandara SAMS Sepinggan Balikpapan.
Pengecekkan dokumen uji swab bebas Covid-19 di bandara SAMS Sepinggan Balikpapan. (Tribun Kaltim)

 

1. Harus rapid test atau Polymerase Chain Reaction (PCR) test.

Traveler wajib menyertakan surat hasil rapid test atau PCR test untuk terbang.

Hal ini harus dipenuhi, namun membuat traveler kemudian enggan terbang karena harus melakukan tes dulu sebelum ke bandara.

Menanggapi kendala ini, AP II menyediakan fasilitas rapid test, yang dioperasikan oleh pihak lain seperti di Bandara Soekarno-Hatta Terminal 2 dan Terminal 3 sehingga membantu traveler yang harus terbang mendadak, misalnya dalam rangka dinas.

2. Harus tiba 3 jam lebih awal

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Server
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved