Travel Alert

Kasus Penumpang Positif Covid-19 Terulang Lagi, Seberapa Aman Naik Pesawat Saat Pandemi?

Akibatnya, 90 penumpang dalam penerbangan itu diimbau untuk menjalani karantina mandiri selama dua minggu.

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Pemeriksaan kesehatan terhadap penumpang pesawat 

Padahal, penerbangan ini mengangkut 350 penumpang dan berlangsung selama 15 jam.

Filter udara Pesawat modern Meski banyak orang berpikir bahwa duduk di ruang terbatas dalam waktu yang lama berpotensi besar akan menyebarkan virus, Kepala Insinyur Airbus Jean-Brice Dumont mengatakan, Pesawat modern memiliki cara agar udara tetap bersih.

"Setiap dua hingga tiga menit, secara matematis semua udara diperbarui. Itu berarti 20 hingga 30 kali per jam, udara di sekitarmu benar-benar diperbarui," jelas dia.

Sederhananya, udara dikumpulkan dari luar Pesawat melalui mesin dan dicampur dengan udara daur ulang dari kabin.

Untuk menjaga suhu dan kelembaban, udara daur ulang dilewatkan melalui filter HEPA (udara partikulat efisiensi tinggi) yang mirip dengan filter di rumah sakit.

Sementara, virus Corona yang berdiameter sekitar 125 nanometer berada dalam kisaran ukuran partikel yang ditangkap oleh filter.

"Filter HEPA memiliki standar, dan standar yang kami gunakan dalam penerbangan komersial termasuk di antara standar tertinggi. Mereka menyaring 99,97 % partikel (partikel kecil) dengan ukuran covid-19," kata Dumont.

Menurut dia, aliran udara juga dirancang untuk meminimalkan risiko infeksi.

Sebab, udara mengalir secara vertikal. "Itu membuat tingkat perambatan apa pun di udara sangat terbatas.

Jadi penumpang dari baris satu, misalnya, tidak dapat mencemari seseorang di baris 20," ujar dia.

Namun, aliran udara itu dapat terganggu oleh penumpang yang meninggalkan kursi atau awak kabin yang bergerak sehingga mengubah jalur partikel udara yang ada.

Sementara itu, Konsultan Virologi di Leicester Royal Infimary Dr Julian Tang, mengatakan, filter HEPA tak dapat menangkap semua tetesan covid-19 sebelum dihirup.

"Filtrasi hanya bekerja pada aliran udara massal. Sebagian besar transmisi selama perjalanan Pesawat akan menjadi percakapan tatap muka jarak pendek," kata Dr Julian.

"Transmisi aerosol jarak dekat adalah apa yang Anda harus khawatirkan di Pesawat, kereta api atau bus. Ini adalah risiko terbesar," tambah dia.

Meski berada jauh dari penumpang yang terinfeksi, risiko infeksi tak hilang begitu saja.

Sebab, covid-19 dapat bertahan di udara dalam waktu tertentu, tergantung pada berbagai faktor.

Menurut dia, beberapa tetesan yang lebih kecil bahkan bisa menyebar hingga 16 meter.

Dr Julian dan tim, menyebutkan, ada banyak bukti penularan melalui udara pada penyakit menular seperti covid-19, MERS, dan SARS.

Meski demikian, Domunt percaya bahwa tindakan pencegahan sederhana, seperti memakai masker, akan meminimalkan risiko penularan.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved