Transportasi

INSA Singgung Harga Tiket Kapal Lebih Murah dari Biaya Rapid Test Covid-19

Ketua Umum INSA, Carmelita Hartoto meminta, agar biayanya tidak melebihi tiket kapal.

Editor: Geafry Necolsen
Tribun Kaltim
ILUSTRASI - Kapal laut milik PT Pelni bersandar di kawasan Pelabuhan Semayang Balikpapan, Kalimantan Timur. (TRIBUN KALTIM/FACHMI RACHMAN) 

INSA Singgung Harga Tiket Kapal Lebih Murah dari Biaya Rapid Test Covid-19

TRIBUNKALTIM.CO - Masuk new normal, INSA singgung harga tiket kapal lebih murah dari biaya rapid test covid-19.

Memasuki new normal, ada beberapa aturan protokol kesehatan yang harus diterapkan.

Satu di antaranya, syarat adanya bukti rapid test saat akan menumpang transportasi umum laut. 

Indonesian National Shipowner Association (INSA) meminta adanya prosedur yang lebih memudahkan industri pelayaran terkait protokol kesehatan di tengah pandemi virus Corona atau covid-19.

Ketua Umum INSA, Carmelita Hartoto mengatakan saat ini dalam kondisi masa adaptasi kenormalan baru, ada protokol kesehatan untuk penumpang angkutan laut.

"Protokol kesehatan tersebut, seperti rapid test untuk covid-19, dan penggunaan alat pelindung diri seperti masker," kata Carmelita dalam diskusi online, Kamis (25/6/2020).

Terkait protokol kesehatan ini seperti rapid test untuk penumpang angkutan laut, Carmelita meminta, agar biayanya tidak melebihi tiket kapal.

"Kami meminta kepada Kementerian Perhubungan, agar dapat menjembatani pelayaran dan Gugus Tugas agar rapid test ini tidak lebih mahal dari harga tiket," kata Carmelia.

Saat ini diketahui, lanjut Carmelita, harga tiket pelayaran lebih murah dari rapid test covid-19 untuk penumpang kapal.

Dalam hal protokol kesehatan, perusahaan pelayaran sudah menerapkan protokol tersebut dengan adanya ketentuan bagi karyawan yang bekerja di rumah dan sebagian bekerja di kantor.

"Selain itu juga dalam menghadapi adaptasi kenormalan baru, operator telah berinovasi mengembangkan aplikasi dan sistem IT untuk jasa melacak kargo dan merekap informasi kapal," ujarnya.

Kemudian Carmelita mengungkapkan, industri pelayaran juga sudah melakukan otomasi dokumen dan jadwal pelayaran dan masing-masing perusahaan sudah membuat digitalisasi tiket dan pemesanan secara online.

Pengusaha Speedboat Setuju Rapid Test

Di tempat terpisah. Berita sebelumnya. Pengusaha moda transportasi speedboat reguler dan non reguler di Kalimantan Utara ( Kaltara ), sepakat untuk menerapkan protokol kesehatan dalam beroperasi.

Prosedur protokol kesehatan yang dimaksud, yakni penggunaan rapid test terlebih dahulu bagi calon penumpang speedboat.

Baik speedboat reguler atau non reguler yang ada di Kalimantan Utara dalam rangka melawan atau menangkal penyebaran covid-19 atau virus Corona. 

Hal itu merupakan salah satu kesepakatan antara pengusaha speedboat yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap), bersama Asosiasi Pengusaha Speedboat Non Reguler.

Baca Juga: Begini Upaya Pemkot Balikpapan Setelah Ada PNS Terkonfirmasi Positif Covid-19

Baca Juga: Tanpa Berharap Developer dan Pemerintah, Warga Pesona Bukit Batuah Balikpapan Semenisasi Ujung Gang

Kesepakatan kedua belah pihak dilaksanakan di Gedung DPRD Kaltara, Jl Kolonel Soetadji, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Selasa (23/6/2020) sore.

Bukan hanya itu, salah satu kesepakatan lainnya, yakni speedboat reguler akan beroperasi mulai pukul 08.00 Wita sampai 15.00 Wita. Sedangkan speedboat non reguler akan beroperasi di luar jam operasional speedboat reguler, kecuali jika melayani Carter.

Ketua DPRD Kaltara, Norhayati Andris, yang memimpin rapat dengar pendapat antara kedua belah pihak, mengaku bersyukur karena telah menuai kesepakatan.

Apalagi RDP sudah digelar dua hari berturut turut hingga sore hari. "Kita hanya mengakomodir keinginan dari kedua belah pihak, serta bisa diterima dengan baik. Mudah-mudahan menjadi pedoman dalam menjalankan aktivitas masing-masing, baik speedboat reguler dan non reguler," kata Norhayati Andris, kepada TribunKaltim.co, Selasa sore.

Baca Juga: 60 Km Jalan Tol Menuju Ibu Kota Negara di Penajam akan Dibangun, Ground Breaking Desember 2020

Politisi PDIP itu juga mengapresiasi kebesaran hati kedua belah pihak, sehingga kesepakatan bisa tercapai. "Kedua belah pihak tentunya harus tetap mengedepankan protokol kesehatan saat beroperasi. Kita harus bersama-sama dalam memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Kaltara," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Gapasdap Kaltara, Sabar, mengaku siap melaksanakan kesepakatan bersama itu. "Pengusaha moda trasnportasi speedboat reguler dan non reguler bersedia diberi sanksi tegas sesuai undang-undang, jika terbukti melanggar penerapan protokol kesehatan," ujarnya.

Terpisah, Dandim 0903 Tanjung Selor, Kolonel Inf Aswin Kartawijaya, yang turut hadir dalam RDP, juga mengapresiasi kesepakatan kedua belah pihak.

Baca Juga: Kementerian Agama Terbitkan Panduan Layanan Menikah di Situasi New Normal Covid-19

Baca Juga: Cara Atasi Trauma Hilangkan Rasa Sedih ala Psikolog, Berangkat dari Curhatan Wanita Gagal Menikah

Aswin mengaku siap membantu Polri dan elemen terkait lainnya, agar moda transportasi di Kaltara bisa berjalan lancar dan tetap menaati protokol kesehatan.

Sekadar diketahui, speedboat non reguler biasanya berukuran lebih kecil dibanding speedboat reguler, yang bisa memuat puluhan penumpang. Perbedaan lainnya, seedboat reguler bersandar di Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor.

Sumber: Tribun Kaltim

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved