Travel Alert

Penumpang yang Bawa Dokumen PCR di Balikpapan Masih 41 Persen, Waspadai Penumpang Pelabuhan

Di bandara SAMS Sepinggan tingkat kepatuhan warga Non KTP Kaltim dalam menyertakan surat PCR masih berada di angka 41 persen.

Editor: Geafry Necolsen
Tribun Kaltim
Pengecekkan dokumen uji swab bebas Covid-19 di bandara SAMS Sepinggan Balikpapan. 

Penumpang yang Bawa Dokumen PCR di Balikpapan Masih 41 Persen, Waspadai Penumpang Pelabuhan 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 kota Balikpapan mencatat tingkat kepatuhan masyarakat dalam melampirkan surat bebas covid-19 masih di bawah 50 persen.

Di bandara SAMS Sepinggan misalnya, hasil evaluasi Gugus Tugas covid-19 Balikpapan mencatat tingkat kepatuhan warga Non KTP Kaltim dalam menyertakan surat PCR masih berada di angka 41 persen.

Padahal aturan Walikota Balikpapan dengan Gubernur Kalimantan Timur telah jelas menyebutkan bahwasannya untuk memasuki wilayah Kalimantan Timur wajib menyertakan surat bebas covid-19 melalui pemeriksaan PCR.

Dari data yang disampaikan jumlah penumpang saat ini mulai kembali naik. Seperti kemarin saja, wanita yang kerap disapa Dio itu menyebut ada 1.200 penumpang.

Sehingga saat ini pihaknya pun tengah mewaspadai jumlah kedatangan penumpang terurama di Pelabuhan. Terlebih baru saja, Walikota Balikpapan juga mendapat surat dari dari Pelni yang akan mulai membuka pelayanan kapal penumpang.

"Semua kapal penumpang sudah mulai datang tanggal 28 besok. Ini artinya banyak sekali. Bandara saja yang kita jaga masih baru segini, kalau pelabuhan itu bisa nol-nol, tidak ada yang menyertakan surat PCR," terangnya.

Selain itu yang menjadi perhatian ialah ketika penumpang kapal laut berdatangan turun.

Tidak Bawa Surat PCR Swab Covid-19, Penumpang Bakal Ditahan di Bandara SAMS Balikpapan

Tak Ada Uang untuk Rapid Test, Belasan Warga Palu Tertahan 5 Hari di Pelabuhan Kariangau Balikpapan

Syarat Calon Penumpang Lion Air, Wings Air & Batik Air Kembali Kini Lebih Sederhana

Menurut Dio, penumpang di pelabuhan langsung turun dengan bergeruduk, sehingga ini pun sulit untuk diatur. Belum ditambah jam kedatangan kapal ini yang biasanya datang pada dini hari.

"Makanya sebenarnya rencana Walikota ini mau kordinasi, dari pihak sana memang ada niatan bagus untuk memberitahu," tandasnya.

Sumber: Tribun Kaltim

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved