Travel Alert

Nyanyikan Lagu Wajib, Denda Ratusan Ribu, Sampai Menyapu Jalan, Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

Lain ilalang, lain belalang. Beda daerah, beda aturan. Berikut sejumlah daerah di Indonesia yang menerapkan sanksi bagi warga yang melanggar protokol

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Geafry Necolsen
Shutterstock
Masyarakat diimbau mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah. 

Nyanyikan Lagu Wajib, Denda Ratusan Ribu, Sampai Menyapu Jalan, Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

TRIBUNKALTIM.CO - Mengawali fase pertama dalam tatanan kehidupan new normal, penerapan protokol kesehatan telah menjadi kesepakatan sedunia.

Mau tidak mau, setiap orang pun harus menerima dan melaksanakan protokol kesehatan seperti penggunaan masker, menjaga jarak, dan rajin cuci tangan.

Namun lain ilalang, lain belalang. Beda daerah, beda aturan. Berikut sejumlah daerah di Indonesia yang menerapkan sanksi bagi warga yang melanggar protokol kesehatan:

Balikpapan

Walikota Balikpapan Rizal Effendi berujar jika protokol kesehatan dilanggar maka hal itu dapat berakibat fatal.

Namun, meski sanksi itu diterapkan menurutnya tak ada yang lebih hebat selain dari kesadaran disiplin masyarakat itu sendiri.

Tak ditampiknya, sanksi sehebat apapun dirasa tak akan efektif. Seperti misalnya pada Kota Jakarta atau Surabaya, adanya sanksi pun kebijakan itu dirasa masi sulit diterapkan.

"Sebenarnya kita juga memang tidak terjebak new normal dengan ukuran itu, bahwa kita melakukan pelonggaran itu iya, tapi kalau misalnya ada situasi perlu kita perketat, kita akan lebih perketat," terangnya.

Sementara itu, dilanjut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty, dalam syarat penerapan new normal ada dua indikator yang harus diperhitungkan.

Terutama dengan adanya kejadian Klaster Kampung baru dan meninggalnya salah satu pasien positif di Kota Balikpapan hari ini.

Dari data yang dihimpun indikator R- Naught (R0) atau rasio penularan yang terjadi di Kota Balikpapan saat ini berada di angka 0,87.

Angka ini dinilai masih aman, sebab Presiden Joko Widodo mensyaratkan daerah yang bisa menerapkan new normal angka R0nya mesti di bawah 1.

"Angka R0 memang naik, tapi tidak melampau angka 1," ungkapnya.

Kemudian yang kedua, dengan adanya kasus meninggal dunia maka itu pun masuk ke dalam rumus yang berbeda. Adapun rumus yang digunakan ialah kefatalan dalam kasus dihitung dengan jumlah kasus meninggal dunia dibagi dengan angka seluruh kasus.

"Karena sudah ada 3 kasus meninggal duni dengan total kasus ada 95, maka kita berada pada 0,31, sedangkan standarnya 50. Jadi ini pun masih memenuhi syarat menuju new normal," pungkasnya.

Kota Padang

Pemerintah Kota Padang mulai bertindak tegas. Warga yang tidak menggunakan masker akan ditindak dengan Peraturan Walikota. Mulai sanksi administrasi, siksaan kerja fisik hingga denda Rp 250 ribu.

Warga Kota Padang, Sumatera Barat, yang tidak menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akan diberi sanksi.

Warga yang kedapatan tidak memakai masker akan diwajibkan membayar denda sebesar Rp 250.000. Sanksi tersebut diatur dalam Peraturan Wali Kota Padang Nomor 40 Tahun 2020.

Pada Pasal 10 ayat 1 berbunyi, setiap orang yang tidak melaksanakan kewajiban menggunakan masker di luar rumah pada tempat umum atau fasilitas umum akan dikenakan sanksi.
Mereka yang berusia di bawah 45 tahun mendapat perlakuan spesial, ada kelonggaran dalam PSBB.
Mereka yang berusia di bawah 45 tahun mendapat perlakuan spesial, ada kelonggaran dalam PSBB. (istimewa)
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved