Transportasi

Tarif Tol Balikpapan-Samarinda Dianggap Mahal, Begini Tanggapan Wagub Hadi Mulyadi

Wakil Gubernur Kaltim, H Hadi Mulyadi mengungkapkan, masyarakat Kaltim memiliki pilihan saat akan melakukan perjalanan ke Balikpapan.

TRIBUNKALTIM/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
TOL PALARAN- Gerbang Tol Balikpapan -Samarinda (BalSam) Palaran Kota Samarinda, Kalimantan Timur Senin (15/6/2020).TribunKaltim/Nevrianto Hardi Prasetyo. 

Tarif Tol Balikpapan-Samarinda Dianggap Mahal, Begini Tanggapan Wagub Hadi Mulyadi

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Diberlakukannya tarif Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) setelah kurang lebih 6 bulan gratis, tentu akan berdampak pada trafik di jalan bebas hambatan pertama di Kalimantan.

Terpantau, sejak diberlakukannya tarif, pada Minggu (14/6/2020) masyarakat yang melintasi jalan tol menurun hingga 40 persen dari hari-hari sebelumnya.

Diduga, masyarakat keberatan melintasi jalan tol karena telah diberlakukan tarif.

Pertama, bisa melalui jalan tol Balikpapan-Samarinda.

Kedua, dikatakannya melalui jalan poros lama.

Keduanya, memiliki kelebihan dan kekurangan.

Wakil Gubernur Kalimantan Timur ( Wagub Kaltim ), H Hadi Mulyadi.
Wakil Gubernur Kalimantan Timur ( Wagub Kaltim ), H Hadi Mulyadi. (TRIBUNKALTIM.CO/PURNOMO SUSANTO)

“Ya itu terserah masyarakat untuk menggunakan jalan yang mana. Masing-masing memiliki pilihan,” ujarnya saat diwawancara awak Tribunkaltim.co, pada Senin (15/6/2020), di Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda.

“Kalau mau cepat sampai di Balikpapan, ya lewat jalan tol. Tapi, ya harus berbayar. Tapi, kalau mau lewat jalan lama bisa juga. Kembali itu pilihan masyarakat,” ujarnya saat ditanya soal kemungkinan menurunnya pengguna jalan tol setelah ditetapkan tarif.

Membayar tarif tol sudah menjadi konsekwensi, dituturkan Wagub, bagi masyarakat yang akan menggunakan jalan tol.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
Sumber: Tribun Kaltim
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved