New Normal

New Normal, Permintaan Tes Swab Mandiri di Kota Balikpapan Meningkat

Lonjakan permintaan yang tinggi ini membuat pihak rumah sakit akhirnya menambah satu alat uji swab baru.

New Normal, Permintaan Tes Swab Mandiri di Kota Balikpapan Meningkat
TribunJakarta/Ega Alfreda
Ilustrasi. Pemeriksaan dokumen calon penumpang di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (16/5/2020) 

New Normal, Permintaan Tes Swab Mandiri di Kota Balikpapan Meningkat

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Setelah diterapkannya aturan wajib swab untuk memasuki wilayah kekuasan Anies Baswedan yakni Jakarta, permintaan swab test mandiri pun meningkat.

Salah satunya juga dirasakan oleh Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Kanujoso Djatiwibowo Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur.

Lonjakan permintaan yang tinggi ini membuat pihak rumah sakit akhirnya menambah satu alat uji swab baru.

"TCM karena dari kemenkes maka untuk pasien yang dirawat, sedangkan yang untuk mandiri pakai modul milik RSUD Kanujoso Djatiwibowo sendiri," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty, Sabtu (30/5/20).

Tim medis yang ikut tangani pasien pandemi Virus Corona atau covid-19 di Kota Balikpapan Kalimantan Timur, Senin (14/4/2020). Kabar mengejutkan di Kota Samarinda, ada seorang pasien positif Virus Corona yang awalnya dinyatakan sembuh, sudah negatif covid-19 tetapi kali ini kembali disebut positif Virus Corona.
Tim medis yang ikut tangani pasien pandemi Virus Corona atau covid-19 di Kota Balikpapan Kalimantan Timur, Senin (14/4/2020). Kabar mengejutkan di Kota Samarinda, ada seorang pasien positif Virus Corona yang awalnya dinyatakan sembuh, sudah negatif covid-19 tetapi kali ini kembali disebut positif Virus Corona. (Tribun Kaltim)

Adapun alat ini memiliki tingkat keakuratan yang sama, baik dengan TCM ataupun PCR. Mekanisme kerjanya juga tetap membutuhkan cartridge.

Terpisah, Direktur RSUD Kanujoso Djatiwibowo, Edy Iskandar mengatakan dalam mngantisipasi adanya lonjakan permintaan yang lebih tinggi, manajemen RSUD Kanujoso Djatiwibowo juga telah memesan 3.000 cartridge.

Penanganan covid-19 atau Corona oleh Pemkot Balikpapan.
Penanganan covid-19 atau Corona oleh Pemkot Balikpapan. (HO/PEMKOT BALIKPAPAN)

Namun karena permintaan cartridge di seluruh Indonesia saat ini cukup banyak, maka pihaknya pun masih menunggu distributor dalam masa pemesanan.

"Kita sedang berusaha untuk menambah cartridge, mudah-mudahan distributor bisa cepat. Tapi memang untuk test ini biayanya agak mahal sekira Rp 1,5 juta," tandasnya.

Ikuti kami di
Editor: Server
Sumber: Tribun Kaltim
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved