Belanja

Di Kukar, Harga Ayam Melambung, Rp 45 Ribu per Kilogram, Ini Penyebabnya

sirkulasi ternak ayam dapat dijual belikan minimal 35 hari per sekali panen, dan pada awal wabah Virus Corona, ayam di pasaran tidak dapat terjual.

Tribun Kaltim/GEAFRY NECOLSEN
Ilustrasi. Harga ayam di Kukar melonjak tajam, kini harganya mencapai Rp 45 ribu per kilogram. 

Di Kukar, Harga Ayam Melambung, Rp 45 Ribu per Kilogram, Ini Penyebabnya

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Permintaan kebutuhan daging ayam yang tinggi, ditambah dengan terbatasnya persediaan, membuat harga ayam diprediksi bakal bertahan di harga Rp 45 ribu/Kg hingga tiga pekan kedepan.

Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimanta Timur menyatakan, hal ini lumrah terjadi, terlebih pada awal terjadinya wabah Virus Corona, harga ayam alami penurunan.

"Kenaikan ini terjadi karena sebelumnya harga ayam alami penurunan. Akibatnya banyak peternak maupun pengusaha ayam yang alami kerugian," ucap Kepala Seksi Budi Daya Ternak Distanak Kabupaten Kukar, Indra Wijaya, Kamis (11/6/2020).

Ketika ayam tidak habis terjual di pasaran, membuat harga ayam ketika itu alami penurunan drastis.

Namun, saat ini peternak sudah dapat kembali mengisi kandangnya, dan ayam dapat kembali dijual, ditambah dengan permintaan cukup tinggi, membuat harga ayam alami kenaikan.

"Pengusaha pun memainkan harga karena memang barang yang dibutuhkan jumlahnya terbatas dari tingginya permintaan," jelasnya.

"Kita tetap lakukan pengawasan, pengusaha kita panggil agar tidak terlalu tinggi menaikan harga. Penekanan kepada mereka tidak dapat kita lakukan, karena saat harga ayam turun, dan mereka alami kerugian, kita juga tidak memberikan bantuan," sambungnya.

Pihaknya hanya bisa mengimbau kepada masyarakat agar dapat mengurangi konsumsi daging ayam selama harganya masih cukup tinggi.

"Untuk sementara dikurangi dulu, mungkin bisa mengganti dengan konsumsi ikan. Ya, hal ini terjadi dua sampai tiga pekan ke depan, maksimal sampai sebulan, tapi kami prediksi tidak sampai sebulan harga kembali normal," pungkasnya. (*)

Ikuti kami di
Editor: Server
Sumber: Tribun Kaltim
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved