Belanja

Banyak Sayuran Tidak Laku & Turun Harga, Petani di Balikpapan Diharap Tidak Trauma

"Hal ini karena rumah makan yang mereka pasok sudah jarang. Banyak yang tutup. Katering juga demikian," Kepala Dinas Pangan Heria Prisni

Tribun Kaltim/GEAFRY NECOLSEN
Ilustrasi. Pedagang sayuran 

Banyak Sayuran Tidak Laku & Turun Harga, Petani di Balikpapan Diharap Tidak Trauma

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Sektor pertanian turut terkena dampak pandemi virus Corona atau covid-19, bahkan ada potensi Krisis pangan di Kota Balikpapan.

Virus Corona yang mewabah, tak hanya berdampak pada sektor kesehatan, tetapi juga perekonomian masyarakat di Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur

Mewakili Pemkot Balikpapan, Kepala Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Balikpapan Heria Prisni menyebut kepada TribunKaltim.co.

Kendati begitu, produksi tetap berjalan normal.

"Memang banyak keluhan, tapi saat ini mulai bagus. Produksi kita tidak terganggu. Ini berdasarkan data produksi," katanya kepada TribunKaltim.co pada Senin (8/6/2020).

Menurut perempuan berkacamata ini, pertanian menjadi salah satu sektor yang diharuskan tetap melanjutkan kegiatan selama pandemi covid-19 di Kota Balikpapan.

Sehingga menjadikan selalu memberikan dukungan dan imbauan agar tetap nyaman menjalankan aktivitasnya di tengah pandemi.

Ia berharap para petani tidak trauma. Kenapa dikatakan trauma? Karena bulan-bulan kemarin hasil produksinya, utamanya sayuran itu banyak yang tidak laku. Harganya malahan turun.

"Hal ini karena rumah makan yang mereka pasok sudah jarang. Banyak yang tutup. Katering juga demikian," urainya.

Para petani pun mengharapkan kebutuhan dari rumah tangga. Namun, harapan itu buyar pada awal-awal pandemi.

Sebab di rumah tangga, banyak ibu-ibu yang memilih di rumah saja, tidak ke pasar.

Heria menyebut kondisi itu hanya terjadi pada awal pandemi covid-19. Saat ini, pemasaran sudah mulai membaik. Hal ini lantaran adanya penggunaan digital, yakni belanja via online.

"Kalau dulu baru-baru, banyak yang makan apa yang ada saja. Sekarang pemasaran mulai bagus, produksi tidak masalah," pungkasnya.

Ikuti kami di
Editor: Server
Sumber: Tribun Kaltim
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved