Kuliner

Hasil Penelitian, Kandungan Mikroplastik dalam Garam Paling Banyak Ditemukan di Indonesia

Dikutip dari laman National Geographic, partikel plastik ternyata ditemukan pada 90 persen merek garam meja dari seluruh dunia.

istimewa
Ilustrasi. Sampah plastik yang hancur namun tidak terurai menjadi mikroplastik yang tercampur dalam kandungan garam. 

Kandungan Mikroplastik dalam Garam Paling Banyak Ditemukan di Indonesia

TRIBUNKALTIM.CO - Garam dan plastik adalah dua bahan yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan manusia.

Kedua benda ini pun biasanya digunakan di waktu berbeda untuk keperluan yang berbeda pula. Ironisnya, sejumlah penelitian terbaru justru melaporkan adanya plastik ukuran super kecil yang tercampur dalam garam meja kemasan.

Mikroplastik adalah plastik yang terpecah menjadi partikel kecil namu tidak terurai oleh alam.

Apa penyebabnya, dan apakah aman? Dikutip TribunKaltim-Wiki dari National Geographic, berikut faktanya.

Ancaman mikroplastik dalam garam meja
Plastik adalah bahan yang tidak mudah diurai. Bahkan sebetulnya hampir mustahil untuk dihancurkan.

Pemerhati lingkungan mengatakan setidaknya butuh waktu puluhan hingga ratusan tahun sampai akhirnya plastik bisa hancur sedikit demi sedikit. 

Nah selama waktu ini, plastik dapat mulai terurai menjadi partikel-partikel super kecil dengan ukuran kurang dari 5 milimeter. Partikel plastik ini disebut sebagai mikroplastik.

Kandungan mikroplastik dalam garam meja sebenarnya bukan lagi berita baru. Kasusnya sudah lama ditemukan sejak bertahun-tahun lalu.

Namun memang belum diketahui seberapa banyak produk garam meja yang sudah “tercemar” plastik tak kasat mata ini.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Server
Sumber: Tribun Kaltim
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved