New Normal

New Normal, Tarif Bus Rencananya Bakal Naik dan Tiket Dijual Online

Menurut Sigit, nantinya kenaikan tarif angkutan transportasi darat itu, akan menyesuaikan kapasitas angkut bus tersebut.

Editor: Geafry Necolsen
Tribun Jatim / Surya
Suasana Terminal Purabaya, Bungurasih, Sidoarjo, Jawa Timur, yang sepi karena bus antar kota antar provinsi (AKAP) dan antar kota dalam provinsi (AKDP) tidak boleh beroperasi saat pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) 

New Normal, Tarif Bus Rencananya Bakal Naik dan Tiket Dijual Online

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perhubungan berencana menaikan tarif angkutan darat guna menghadapi tatanan kehidupan baru atau new normal.

Direktur Lalu Lintas Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Sigit Irfansyah menyebutkan pihaknya saat ini sedang melakukan pengkajian untuk tarif baru angkutan darat dan penerapanan pembayaran non-tunai atau cashless.

Menurut Sigit, nantinya kenaikan tarif angkutan transportasi darat itu, akan menyesuaikan kapasitas
angkut bus tersebut.

"Maka dari itu butuh penyesuaian tarif. Jika tidak disesuaikan maka operator bus akan kesulitan untuk
menutup biaya operasional mereka," lanjutnya.

Sigit menyebutkan, mengenai penghitungan tarif ini akan terbit dalam bentuk regulasi baru.

Tarif ekonomi nanti akan dihitung, dengan formula yang ada.

Tetapi dalam wacana kenaikan tarif ini, Sigit belum dalam memastikan kapan tarif baru tersebut akan berlaku.

Kemudian Kemenhub jug berniat mengubah skema pembelian tiket bus menjadi cashless.

"Kita juga sedang mengkaji sistem transaksi pembelian tiket menggunakan sistem daring atau online, dan transkasi pembelian tiket di terminal akan ditiadakan," kata Sigit.

Menurutnya, skema pembelian tiket secara daring ini ini sejalan dengan penerapan new normal untuk
menekan penyebaran virus corona atau Covid-19.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved