Tips dan Trik

Jika New Normal Diterapkan, Berikut Tips Menghindari Virus Corona Saat Naik Transportasi Umum

Ahli mikrobiologi dari University of Arizona Charles Gerba mengungkapkan kemungkinan penularan penyakit lebih tinggi.

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Bus, salah satu moda transportasi darat yang paling banyak digunakan masyarakat. 

Jika New Normal Diterapkan, Berikut Tips Menghindari Virus Corona Saat Naik Transportasi Umum

TRIBUNKALTIM.CO - Data hingga Minggu (15/3/2020), Jumlah pasien positif terjangkit virus corona di Indonesia bertambah menjadi 117 kasus.

Peningkatan pencegahan dan kewaspadaan diperlukan, sembari tetap jernih berpikir dan tidak panik.

Karena potensi penyebaran virus pun semakin terbuka.

Seorang ahli mikrobiologi dari University of Arizona Charles Gerba mengungkapkan kemungkinan penularan penyakit lebih tinggi ketika Anda mengendarai kereta atau bus dibanding kendaraan pribadi.

"Ada banyak peluang virus menyebar di angkutan umum," kata dia seperti dikutip The Post saat membicarakan soal virus corona yang mulai mencapai New York.

Tapi jangan khawatir, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan agar terhindar dari kuman dan virus ketika mengendarai transportasi publik.

Meskipun sebagian lain berpendapat untuk menggunakan masker atau sarung tangan.

Jaga kebersihan tangan
Terapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Biasakan mencuci tangan dengan sabun setelah menyentuh fasilitas publik.

Menurut pakar parasit, segera menggunakan hand sanitizer setiap kali turun dari angkutan umum adalah cara terbaik memastikan tangan Anda bebas dari kuman dan virus.

Padahal kedua hal tersebut menurut dia tak begitu diperlukan kecuali Anda sedang melakukan kontak dengan pasien virus corona.

Ilustrasi penyebaran virus corona di transportasi umum
Ilustrasi penyebaran virus corona di transportasi umum (Shutterstock)

Hindari kerumunan
Memaksa tetap masuk ke bus atau kereta dengan kondisi penuh sesak berpotensi meningkatkan risiko tertular kuman atau virus melalui udara.

"Terutama yang ditransmisikan melalui bersin atau batuk," ungkap Gerba.

Karena kata dia, memiliki keterbatasan ruang gerak dalam waktu yang lama membuka kemungkinan bersentuhan dengan lebih banyak orang.

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved