New Normal

Gagal Terapkan New Normal, Kasus Virus Corona di Korsel Langsung Melonjak, Sekolah Kembali Ditutup

Bahkan, tiga hari terakhir setelah menerapkan new normal, terdapat 177 kasus Covid-19 baru yang dilaporkan.

Editor: Geafry Necolsen
Shutterstock
Ilustrasi penyebaran virus corona di transportasi umum 

Gagal Terapkan New Normal, Kasus Virus Corona di Korsel Langsung Melonjak, Sekolah Kembali Ditutup

TRINBUNKALTIM.CO - Jumlah kasus virus Corona di Korea Selatan ( Korsel ) melonjak pasca diberlakukannya new normal oleh pemerintah setempat.

Peningkatan tersebut juga terjadi setelah kembali dibukanya sekolah oleh negara tersebut 

Akibatnya Korsel kembali mengeluarkan kebijakan baru untuk memutus rantai penyebaran covid-19

Dikutip Tribunnews dari Sky News, sayangnya setelah ratusan sekolah, museum dan galeri seni sudah dibuka kembali, negara tersebut justru mendapatkan lonjakan kasus.

Akhirnya, Negeri Gingseng itu terpaksa menutup kembali ratusan sekolah, museum dan galeri seni. Bahkan, tiga hari terakhir setelah menerapkan new normal, terdapat 177 kasus Covid-19 baru yang dilaporkan.

Alhasil, lonjakan kasus tersebut memberikan ancaman yang menakutkan bagi negara lain.

Padahal, selama pandemi berlangsung, Korea Selatan menjadi satu di antara negara yang dianggap sukses menangani pandemi.

Diketahui, pada Kamis (28/5/2020), dilaporkan 79 orang telah terinfeksi virus.

Esoknya, sebanyak 58 kasus virus corona baru dilaporkan pada hari Jumat (29/5/2020).

Temuan kasus tersebut muncul di daerah metropolitan Seoul yang padat penduduk.

Lonjakan kasus ini merupakan satu di antara lonjakan besar setelah lebih dari 50 hari tidak ada lonjakan kasus.

Sebagian besar kasus baru terkait dengan pusat distribusi di Bucheon, di sebelah barat ibu kota Seoul.

Para pejabat berupaya keras untuk menekan transmisi virus yang terkait dengan gudang perusahaan e-commerce terbesar di negara itu, Coupang.

Pasalnya, mereka menuturkan fasilitas di gedung itu tidak sepenuhnya mematuhi langkah-langkah pengendalian infeksi.

Pembatasan nasional di Korea Selatan diketahui telah dicabut pada 6 Mei 2020 lalu.

Pemerintah pun telah menanggapi lonjakan kasus baru dengan menutup fasilitas umum.

Di antaranya seperti taman, museum dan teater yang dikelola pemerintah di wilayah metropolitan selama dua minggu ke depan untuk memperlambat penyebaran.

Lebih dari 250 sekolah yang baru dibuka kembali diperintahkan untuk ditutup kembali.

Sementara para pejabat juga menyarankan ruang permainan komputer di sekitar ibukota untuk ditutup selama periode tersebut atau bila tidak menerapkan langkah-langkah pencegahan Covid-19.

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved