New Normal

Pandemi Covid-19 Belum Dapat Diatasi, Wacana New Normal Dipertanyakan

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menilai wacana ini dapat menimbulkan kebingungan masyarakat.

Pandemi Covid-19 Belum Dapat Diatasi, Wacana New Normal Dipertanyakan
Tribunnews
Ilustrasi pusat perbelanjaan, para pembeli yang berdesak-desakan kini cemas karena kasirnya meninggal karena corona 

Pandemi Covid-19 Belum Dapat Diatasi, Wacana New Normal Dipertanyakan

TRIBUNKALTIM.CO - Wacana kebijakan new normal yang digaungkan Pemerintah dipertanyakan, Muhammadiyah: laporan BNPB pandemi covid-19 masih belum dapat diatasi. 

Kebijakan new normal atau normal yang digaungkan Pemerintah dipertanyakan organisasi masyarakat Islam, Muhammadiyah.

Dalam surat resminya, Muhammadiya mempertanyakan kebijakan new normal yang dinilai dapat membuat masyarakat bingung, dan dari laporan BNPB pandemi covid-19 masih belum dapat diatasi.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir (//www.muhammadiyah.or.id/)

Tribunnews.com telah mendapatkan konfirmasi dari Sekjen PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti mengenai surat tersebut.

"Di satu sisi Pemerintah masih memberlakukan PSBB tapi pada sisi lain menyampaikan pemberlakuan relaksasi," ujar Haedar melalui surat tersebut.

Menurutnya, pemerintah perlu menjelaskan kepada masyarakat terkait kebijakan ini.

Haedar menilai hal ini penting agar masyarakat tidak membuat tafsiran sendiri mengenai new normal.

Haedar menyoroti pembukaan mall dan tempat perbelanjaan mulai dibuka, sementara masjid dan tempat ibadah masih harus ditutup.

Menurutnya, selama ini masyarakat telah konsisten mencegah penyebaran virus corona di rumah ibadah.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Server
Sumber: Tribun Kaltim
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved