New Normal

Pakar Epidemiologi Juga Ingatkan Gelombang Kedua Virus Corona dan Jurang Abnormal

Pandu Riono bahkan menggebu-gebu menyebut kemungkinan Indonesia kembali jatuh ke 'jurang abnormal' akibat Virus Corona.

KOMPAS
Antrean panjang di Bandara Soearno-Hatta 

"Mereka juga mulai sekarang harus mengajak elemen masyarakat, jangan topdown, jangan hanya membuat regulasi, jangan hanya membuat panduan, pedoman," sambungnya.Lantas, Pandu secara gamblang menyinggung soal keseriusan pemerintah membuat pedoman penanganan virus Corona.

Menurutnya, selama ini pemerintah tak pernah memikirkan cara agar pedoman penanganan Virus Corona terus berjalan.

"Enggak akan diikuti kalau tidak melibatkan masyarakat, harus ada strategi bagaimana pedoman atau panduan itu bisa diimplementasi agar bisa terus berjalan," ucap Pandu.

"Ini enggak dipikirkan menurut saya, seakan-akan kalau sudah ada pedoman otomatis berjalan."

Karena itu, ia menilai perlu ada upaya lebih dari pemerintah agar masyarakat mau benar-benar mengikuti pedoman yang dibuat.

"Tidak pernah seperti itu, tidak ada yang otomatis di dunia ini," tutur Pandu.

"Jadi harus ada kegiatan yang benar-benar bagaimana tersampaikan dan terimplementasi dan terus dimonitoring."

Lebih lanjut, Pandu menyinggung peluang gelombang kedua virus Corona.

Bahkan, ia menyebut new normal yang terlalu dini dilakukan justru akan meningkatkan peluang ledakan kasus virus Corona.

"Kalau tidak kita akan menghadapai gelombang kedua yang lebih tinggi dari gelombang, itu yang kita khawatirkan," ucap Pandu.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Server
Sumber: Tribun Kaltim
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved