Mudik Lebaran

Pulang Kampung di Tengah Pandemi, Satu Keluarga Ditolak Warga Kampungnya Sendiri

Warga menolak kepulangan mereka karena khawatir akan tertular Covid-19. Pasangan tersebut juga membawa pulang anaknya yang berusia 11 tahun.

istimewa
Warga berjaga di sekitar lingkungan 

Pulang Kampung di Tengah Pandemi, Satu Keluarga Ditolak Warga Kampungnya Sendiri

TRIBUNKALTIM.CO - Langkah yang paling aman saat ini adalah warga tetap di rumah, tidak ke mana-mana. Apalagi pulang kampung. Karena anda akan memenuhi sejumlah syarat yang tak mudah.

Anda harus memiliki surat keterangan sehat dan syarat lainnya. Ketika sampai di kampung atau daerah tujuan mungkin saja Anda akan dikarantina sesuai protokol kesehatan di daerah tujuan, dalam waktu tertentu.

Atau anda juga bisa ditolak di kampung halamanmu.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan Saif Muchlisun mengatakan, pasangan suami istri tersebut merupakan karyawan pabrik rokok Sampoerna.

“Klaster baru, klaster Sampoerna kembali masuk Magetan melalui sepasang suami istri warga Kecamatan Poncol yang kost di Surabaya dan bekerja di pabrik rokok Sampoerna," ujar Saif Muchlisun dalam keterangan yang disampaikan, Sabtu (16/5/2020).

Saif Muchlisun mengatakan, warga menolak kepulangan mereka karena khawatir akan tertular Covid-19. Pasangan tersebut juga membawa pulang anaknya yang berusia 11 tahun. “Namun sayang, masyarakat di daerah asalnya menolak kehadiran pasien terkonfirmasi positif ini,” kata Saif.

Suami istri yang merupakan pasien 054 dan 055 itu akhirnya dikarantina di RSUD dr Sayidiman Magetan. "Sedangkan, anaknya yang masih kelas IV SD, saat diperiksa negatif dan dikarantina di Faskes wilayah Poncol,” ucap Saif.

Hingga saat ini, jumlah pasien corona di Magetan sebanyak 58 orang. Berdasarkan data infocovid19.jatimprov.go.id, disebutkan bahwa ada 11 pasien positif corona yang dinyatakan sembuh.

Sejauh ini, pasien yang meninggal ada 2 orang. Kemudian, pasien yang sedang menjalani perawatan sebanyak 45 orang.

Berikutnya, pasien dalam pengawasan ( PDP ) sebanyak 57 orang. Rinciannya, 19 orang dalam pengawasan, 26 pasien selesai menjalani pengawasan dan 12 pasien meninggal dunia. Sementara, orang dalam pemantauan ( ODP ) sebanyak 283 orang. Rinciannya, 85 orang dalam pemantauan, 191 orang selesai pemantauan dan 7 orang meninggal dunia.

Ikuti kami di
Editor: Server
Sumber: Grid.ID
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved