Kesehatan

Meski Lezat, Sebaiknya Hindari Konsumsi Kol Goreng Saat Sahur dan Buka Puasa

di balik kelezatannya, Anda harus waspada terhadap bahaya kol goreng yang tidak main-main bagi kesehatan, salah satunya adalah menyebabkan kanker.

youtube
Bahaya mengonsumsi kol goreng 

Meski Lezat, Sebaiknya Hindari Konsumsi Kol Goreng Saat Sahur dan Buka Puasa

TRIBUNKALTIM.CO - Bagi sebagian pecinta kuliner, menikmati pecel ayam atau pecel lele tidak lengkap rasanya tanpa kehadiran kol goreng.

Namun di balik kelezatannya, Anda harus waspada terhadap bahaya kol goreng yang tidak main-main bagi kesehatan, salah satunya adalah menyebabkan kanker.

Kol dapat berwarna putih, hijau, merah, hingga ungu. Kol juga sebetulnya memiliki manfaat kesehatan yang mirip dengan kale atau brokoli, yakni sama-sama bagus dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat.

Berdasarkan studi, kol terbukti memiliki manfaat sebagai penangkal radiasi, mencegah munculnya sel-sel kanker di dalam tubuh, serta menurunkan risiko penyakit jantung.

Namun, kol dapat berbalik membahayakan kesehatan Anda jika tidak diolah dengan tepat.

Bahaya kol goreng dan kanker
Salah satu cara pemasakan yang dinilai tidak sehat, apapun jenis bahan makanannya, ialah digoreng. Bahkan minyak goreng yang dipanaskan saja sudah mungkin mengandung zat-zat yang bersifat memicu kanker alias karsinogen.

Ketika sayuran (termasuk kol) digoreng, maka akan mengeluarkan karsinogen berupa acrylamide. Acrylamide terbentuk karena adanya reaksi antara kandungan gula dan asam amino pada tumbuhan yang disebut asparagine.

Konsumsi makanan yang mengandung acrylamide secara konstan dalam jangka waktu tertentu disebut-sebut dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker.

Bahaya kol goreng yang satu ini berhubungan dengan sifat acrylamide yang menyebabkan peradangan di dalam tubuh.

Kol goreng
Kol goreng (net)
Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Server
Sumber: Tribun Kaltim
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved