Kesehatan

Hanya Mitos, Batuk dan Pilek Bukan Disebabkan Makan atau Minum Es

dr Dien menerangkan batuk pilek atau common cold sebagian besar disebabkan oleh infeksi virus ringan.

Editor: Geafry Necolsen
net
Ilustrasi: anak minikmati es krim 

Hanya Mitos, Batuk dan Pilek Bukan Disebabkan Makan atau Minum Es 

TRIBUNKALTIM.CO - Kamu pasti pernah mendengar seorang ibu berteriak, "minum es terooooss," saat melihat anak mereka batu atau pilek. Padahal, batuk dan pilek tidak ada hubungannya dengan minum es.

Banyak orang Indonesia menganggap sering minum es bisa menyebabkan batuk pilek. Pandangan tersebut salah satunya kerap kali dilontarkan oleh para orangtua ketika sedang memperingatkan anak mereka karena sudah terlalu banyak minum es.

Padahal, menurut dr. Dien Kalbu Ady dari RS PKU Muhammadiyah Surakarta, anggapan atau peringatan itu kurang benar.

 Mitos atau Fakta, Kopi Bisa Picu Tekanan Darah Tinggi?

 Mitos atau Fakta, Bangun Pagi Lebih Sehat Daripada Bangun Siang?

 Mandi Air Dingin atau Air Panas, Mana yang Lebih Baik?

Dia menyebut tidak ada korelasi langsung antara minum es dengan batuk pilek. Dien mengutarakan minum es atau makan makanan dingin hanya akan memperparah kondisi jika seseorang sudah terkena batuk pilek, namun bukan sebagai penyebab batuk dan pilek.

"Maka dari itu biasanya dokter akan memberikan edukasi bila sedang batuk pilek jangan minum es atau dingin," jelas Dien.

Dien menerangkan batuk pilek atau common cold sebagian besar disebabkan oleh infeksi virus ringan.

Menyerang saluran pernapasan atas Virus itu menyerangan saluran pernapasan bagian atas, yakni hidung dan tenggorokan.

 Kado Terbaik untuk Anak, Bukan Mainan, Tapi Liburan!

 Sebaiknya Ajak Liburan Luar Ruangan, Kebanyakan Main Game Bisa Bikin Anak Pingsan

 Traveling Bersama Anak, Jangan Biarkan Mereka Terlalu Lelah

Menurut dia, infeksi virus penyebab batuk pilek dapat menyebar secara langsung lewat percikan lendir dari saluran pernapasan penderita.

"Seseorang yang sedang dalam kondisi daya tahan tubuh lemah, rentan baginya terkena gejala batuk pilek," jelas Dien.

Dia menyebut, penularan batuk pilek juga bisa terjadi secara tidak langsung melalui sentuhan tangan ke benda yang telah terpapar virus.

Tanpa sadar, tangan tersebut kemudian menyentuh mulut atau hidung sehingga virus masuk masuk ke dalam tubuh.

Dien menerangkan minum atau makan dingin juga tidak membuat suhu tubuh turun. Hal itu dikarenakan setiap minuman atau makanan yang masuk akan dinormalkan suhunya secara otomatis oleh tubuh.

"Tidak semua orang dengan mudah terkena penyakit. Hal itu sangat bergantung pada ketahanan tubuh masing-masing," jelas Dien.

Pengobatan Dien mengungkapkan batuk pilek merupakan infeksi virus yang tergolong ringan. Saat mengalami batuk pilek, seseorang dianjurkan untuk mengambil waktu untuk cukup istirahat.

Dia juga menyarankan penderita batuk pilek banyak mengonsumsi air mineral untuk mengganti cairan tubuh yang hilang.

"Selain itu, baik bagi penderita untuk mengonsumsi makanan yang kaya akan serat dan rendah lemak. Hindari gorengan," terang Dien.

Terkait pencegahan, Dien menyebut, masyarakat bisa senantiasa menggunakan masker ketika berada di tempat yang dinilai rawan terhadap penularan virus penyebab batuk pilek.

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved