Travel Alert

Persyaratan Ketat Bagi Calon Penumpang Sebelum Naik ke Pesawat Saat Pandemi Corona

ada sejumlah persyaratan ketat yang harus dipenuhi calon penumpang di Bandara sebelum bisa berangkat dengan Pesawat udara.

Editor: Geafry Necolsen
Shutterstock
Penumpang pesawat di bandara 

Persyaratan Ketat Bagi Calon Penumpang Sebelum Naik ke Pesawat Saat Pandemi Corona

TRIBUNKALTIM,CO - Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan ( Kemenhub ) membuka kembali jalur penerbangan udara.

Sebelumnya Pemerintah memutuskan menutup semua rute transportasi udara untuk memutus rantai penyebaran virus Corona atau covid-19.

Meski demikian ada sejumlah persyaratan ketat yang harus dipenuhi calon penumpang di Bandara sebelum bisa berangkat dengan Pesawat udara.   

Hal ini menyusul sejumlah prosedur ketat yang harus dijalani oleh penumpang.

Imbauan tersebut disampaikan oleh Director of Operations and Services PT Angkasa Pura II (Persero) Muhamad Wasid dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (9/5/2020) seperti dikutip dari Kompas.com.

 

Wasid mengatakan, sebelum menaiki pesawat, para penumpang akan dipastikan memiliki kelengkapan dan syarat yang tertera dalam surat edaran Nomor 4 tahun 2020 yang dikeluarkan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan Surat Edaran dari Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub.

Bukan hanya diminta datang tiga jam lebih awal, Wasid menyebut para calon penumpang juga akan menjalani tujuh prosedur sebelum terbang menggunakan pesawat komersil.

Pertama, titik layanan keberangkatan hanya terdapat di 2 titik yaitu di Terminal 2 – Gate 4 dan Terminal 3 – Gate 3.

Di setiap titik terdapat Posko Pengendalian Percepatan Penanganan Covid-19 yang menjadi bagian dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Kedua, di posko tersebut calon penumpang harus menunjukkan berkas kelengkapan perjalanan seperti tiket penerbangan, identitas diri, surat keterangan bebas Covid-19, surat keterangan perjalanan, dan berkas lain yang wajib dipenuhi sesuai SE No. 4/2020.

Ketiga, masih di posko yang sama calon penumpang pesawat wajib mengisi kartu kewaspadaan kesehatan (Health Alert Card/HAC) dan formulir penyelidikan epidemiologi yang diberikan personel KKP.

Keempat, jika seluruh berkas lengkap dan HAC serta formulir epidemiologi sudah diisi, selanjutnya calon penumpang menuju ke meja pemeriksaan kedua.

Di meja pemeriksaan tersebut, seluruh berkas dicek ulang begitu juga HAC dan formulir penyelidikan epidemiologi, oleh personel KKP.

Setelah dinyatakan lengkap, calon penumpang akan mendapat surat clearance dari personel KKP.

Kelima, berbekal surat clearance dan seluruh berkas, calon penumpang kemudian menuju konter check-in untuk mendapat boarding pass.

Keenam, setelah dari konter check-in, penumpang kemudian menuju Security Check Point 2.

Di SCP 2 ini, personel Aviation Security akan memeriksa surat clearance yang dipegang calon penumpang pesawat, boarding pass, dan identitas diri.

Ketujuh, penumpang kemudian menuju boarding lounge.

“Prosedur ini diterapkan juga di bandara-bandara lain yang dikelola PT Angkasa Pura II, sehingga dipastikan ketentuan dapat terpenuhi,” ujar Muhamad Wasid.

Adapun SE No. 4/2020, yang masuk dalam kriteria pengecualian (diperbolehkan melakukan perjalanan di masa larangan mudik) adalah perjalanan orang yang bekerja pada lembaga pemerintah atau swasta, yang menyelenggarakan pelayanan percepatan penanganan Covid-19 seperti:

1. Pelayanan pertahanan, keamanan dan ketertiban umum

2. Pelayanan kesehatan

3. Pelayanan kebutuhan dasar

4. Pelayanan pendukung layanan dasar

5. Pelayanan fungsi ekonomi penting

Kriteria pengecualian juga mencakup perjalanan pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat atau perjalanan orang yang anggota keluarga intinya sakit keras atau meninggal dunia.

Lalu, repatriasi Pekerja Migran Indonesia, WNI dan pelajar/mahasiswa yang berada di luar negeri serta pemulangan orang dengan alasan khusus oleh pemerintah sampai ke daerah asal, sesuai ketentuan yang berlaku. 

 

Mudik tetap dilarang

Kamis 7 Mei 2020, pesawat, kapal laut, kereta, dan bus kembali beroperasi, namun mudik dan pulang kampung tetap dilarang!

Pesawat, kapal laut, kereta, dan bus beroperasi lagi mulai Kamis 7 Mei, syarat ditentukan Kemenkes dan BNPB.

Pemerintah melalui Menteri Perhubungan ( Menhub ) Budi Karya Sumadi mengatakan seluruh moda transportasi direncanakan kembali beroperasi mulai hari ini Kamis (7/5/2020).

Moda transportasi meliputi kapal laut, pesawat, kereta, dan bus sudah bisa beroperasi lagi mulai 7 Mei 2020.

Menurut Budi, Kementerian Perhubungan ( Kemenhub) ditugaskan untuk menjabarkan Permenhub Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Mudik Idul Fitri Tahun 1441 Hijriah dan Surat Edaran dari Menko Perekonomian.

Inti dari penjabaran Permenhub dan Surat Edaran Menko Perekonomian itu adalah memberikan kelonggaran untuk moda transportasi kembali beroperasi.

"Dimungkinkan semua angkutan udara, kereta api, laut, bus untuk kembali beroperasi dengan catatan satu, harus menaati protokol kesehatan," kata Budi dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR secara virtual, Rabu (6/5/2020).

"Rencananya operasinya mulai besok, pesawat dan segala macamnya dengan orang-orang khusus. Tapi enggak ada mudik," ujar Budi.

Budi mengatakan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) dan Kementerian Kesehatan ( Kemenkes ) akan menyampaikan kriteria terkait siapa saja yang diperbolehkan untuk menggunakan moda transportasi tersebut selama larangan mudik.

"Yang kedua, BNPB akan memberikan kriteria. Di sini ada kriteria tertentu nanti BNPB sana Kemenkes bisa menentukan dan bisa dilakukan," ujarnya.

Budi menambahkan, salah satu kriteria yang bisa menggunakan moda transportasi adalah pejabat negara seperti anggota DPR.

"Secara spesifik saya sampaikan bapak-bapak adalah petugas negara, pejabat negara, boleh melakukan movement sesuai tugasnya, tapi enggak ada mudik," ucapnya.

Kondisi Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan terlihat sepi dan hanya terdapat beberapa petugas yang beraktifitas di luar areal non-penumpang setelah pemberlakuan aturan larangan mudik dan pemberhentian sementara moda transportasi darat, laut dan udara, Minggu (26/4/2020)
Kondisi Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan terlihat sepi dan hanya terdapat beberapa petugas yang beraktifitas di luar areal non-penumpang setelah pemberlakuan aturan larangan mudik dan pemberhentian sementara moda transportasi darat, laut dan udara, Minggu (26/4/2020) (TRIBUNKALTIM.CO/FACHMI RACHMAN)

"Jadi beruntunglah bapak-bapak jadi anggota DPR mendapatkan itu. Termasuk kami melakukan perjalanan, sejauh itu untuk tugas negara," sambungnya.

Lebih lanjut, Budi mengatakan, aturan tersebut akan diumumkan pada Rabu siang ini.

Menurut dia, aturan tersebut akan dikoordinasikan dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

"Untuk detailnya secara maraton nanti jam satu (13.00 WIB) saya dengan dirjen udara, besok dengan dirjen kereta api, darat dan laut agar penjabaran disampaikan ke khalayak," pungkasnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved