Travel Alert

Belum Saatnya Traveling, Muncul Kasus Baru Covid-19 di Wuhan dan Korea Selatan

setelah sempat mencatatkan nol kasus sejak Maret, Wuhan dan Korea Selatan mendadak kembali diserang covid-19.

Editor: Geafry Necolsen
Reuters
Traveling saat corona mewabah 

Belum Saatnya Traveling, Muncul Kasus Baru Covid-19 di Wuhan dan Korea Selatan

TRIBUNKALTIM.CO - Meski sejumlah negara telah pulih dari serangan virus corona dan menjalankan aktivitas seperti biasa.

Namun ini belum saatnya untuk traveling atau bepergian ke luar negeri. Pasalnya. muncul kasus baru covid-19 di Wuhan dan Korea Selatan.

Kota Wuhan, China dan Negara Korea Selatan menjadi sorotan beberapa hari ini.

Pasalnya, setelah sempat mencatatkan nol kasus sejak Maret, Wuhan dan Korea Selatan mendadak kembali diserang covid-19.

Sedangkan di tempat lain, Jepang justru mencabut status darurat Virus Corona di wilayah yang telah aman.

Padahal diketahui, Jepang merupakan negara tetangga China dan Korea Selatan, yang dikenal sebagai episentrum covid-19.

Lantas amankah Jepang dari serangan gelombang kedua covid-19 ?

Sebelumnya, Wuhan yang sempat mencatat nol kasus covid-19, kini muncul kasus baru Virus Corona setelah mencabut status lockdown.

Wilayah yang dianggap sebagai kasus pertama covid-19 di dunia itu, kembali digegerkan dengan kasus Virus Corona.

Pemerintah China mengumumkan adanya kasus infeksi Virus Corona di Wuhan, pertama dalam satu bulan terakhir pada Minggu (10/5/2020).

Komisi Kesehatan Nasional juga melaporkan kenaikan double digit di seluruh dunia dalam 10 hari, dengan 14 kasus yang telah terkonfirmasi.

Dalam keterangan komisi kesehatan nasional, dua dari 14 kasus yang terkonfirmasi merupakan kasus impor, dan berasal dari luar negeri.

Virus corona itu pertama kali merebak di Wuhan, kota yang menjadi salah satu jantung industri dan transpotasi di kawasan pusat China, pada Desember 2019.

Sejak saat itu, Virus Corona tersebut menjangkiti negara lain, di mana saat ini sudah ada empat juta orang yang terinfeksi di seluruh dunia.

Kemudian dilansir AFP, virus dengan nama resmi SARS-Cov-2 itu sudah membunuh sekitar 270.000 orang, dan menghantam ekonomi global.

Adapun di China, patogen yang mengakibatkan penyakit covid-19 tersebut menginfeksi 82.901, dengan korban meninggal terkonfirmasi 4.633.

Pemerintah China langsung menerapkan aturan tegas, yakni memberlakukan lockdown yang dimulai dari Wuhan, kemudian menjalar ke seluruh Provinsi Hubei, pada 23 Januari.

Kemudian karena kasus penularan dan korban meninggal terus menurun, otoritas pusat memutuskan mencabut karantina wilayah pada akhir Maret.

Namun setelah satu bulan pasca-pencabutan lockdown, yang ditandai dengan pertunjukan lampu, ibu kota Provinsi Hubei itu kembali melaporkan adanya infeksi.

Pemerintah China mendapat kritikan baik dari dalam maupun luar negeri, dikarenakan mereka dianggap meremehkan berbahayanya virus tersebut.

Sumber: Tribun Kaltim

Halaman selanjutnya

Korea Selatan

...

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved