Ramadan

Haruskah Bersalaman Saat Bayar Zakat Fitrah di Tengah Wabah Virus Corona?

Kementerian Agama RI telah menerbitkan edaran terkait Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441H / 2020 M di tengah pandemi wabah covid-19.

Editor: Geafry Necolsen
Tribun Kaltim/GEAFRY NECOLSEN
Ilustrasi: pembayaran zakat fitrah tahun 2019 lalu, sebelum munculnya wabah virus corona. 

Haruskah Bersalaman Saat Bayar Zakat Fitrah di Tengah Wabah Virus Corona?

TRIBUNKALTIM.CO - Salah satu ibadah wajib yang ditunaikan umat Islam saat bulan Ramadhan adalah mengeluarkan Zakat Fitrah.

Namun, Ramadhan 1441 H / 2020 M kali ini menjadi berbeda karena dunia sedang dilanda wabah Virus Corona atau covid-19.

Lantas, bagaimana tata cara mengeluarkan Zakat Fitrah bagi seorang muslim di saat wabah seperti ini?

Kementerian Agama RI telah menerbitkan edaran terkait Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441H / 2020 M di tengah pandemi wabah covid-19.

Edaran ini dimaksudkan untuk mencegah, mengurangi penyebaran, dan melindungi pegawai serta masyarakat muslim di Indonesia dari risiko covid-19.

Berikut ini panduan atau tata cara membayar Zakat Fitrah atau ZIS yang tertuang dalam Surat Edaran Kementerian Agama No 6 tahun 2020:

Cara Pengumpulan Zakat Fitrah dan/atau ZIS:

  1. Mengimbau kepada segenap umat muslim agar membayarkan zakat hartanya segera sebelum puasa Ramadhan sehingga bisa terdistribusi kepada mustahik lebih cepat.
  2. Bagi Organisasi Pengelola Zakat untuk sebisa mungkin meminimalkan pengumpulan zakat melalui kontak fisik, tatap muka secara langsung dan membuka gerai di tempat keramaian. Hal tersebut diganti menjadi sosialisasi pembayaran zakat melalui layanan jemput zakat dan transfer layanan perbankan.
  3. Organisasi Pengelola Zakat berkomunikasi melalui unit pengumpul zakat (UPZ) dan panitia Pengumpul Zakat Fitrah yang berada di lingkungan masjid, mushala, dan tempat pengumpulan zakat lainnya yang berada di lingkungan masyarakat untuk menyediakan sarana untuk cuci tangan pakai sabun (CTPS) dan alat pembersih sekali pakai (tissue) di lingkungan sekitar.
  4. Memastikan satuan pada Organisasi Pengelola Zakat, lingkungan masjid, mushala dan tempat lainnya untuk melakukan pembersihan ruangan dan lingkungan penerimaan zakat secara rutin, khususnya handel pintu, saklar lampu, komputer, papan tik (keyboard), alat pencatatan, tempat penyimpanan dan fasilitas lain yang sering terpegang oleh tangan. Gunakan petugas yang terampil menjalankan tugas pembersihan dan gunakan bahan pembersih yang sesuai untuk keperluan tersebut.
  5. Mengingatkan para panitia Pengumpul Zakat Fitrah dan/atau ZIS untuk meminimalkan kontak fisik langsung, seperti berjabat tangan ketika melakukan penyerahan zakat.

Batas Waktu Zakat Fitrah

Zakat Fitrah disyariatkan pada tahun kedua Hijriah, agar setiap umat muslim kembali dalam keadaan fitrah dan suci.

Mengenai batas waktu akhir membayar Zakat Fitrah juga pernah dijelaskan oleh Ustadz Abdul Somad dalam sebuah video ceramahnya yang diunggah di Youtube akun Nurul Yakin.

Dikutip dari Tribun Batam, terkait waktu membayar Zakat Fitrah, Ustadz Abdul Somad memberikan penjelasan dua istilah waktu, yakni waktu wajib dan jawaz.

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved