Travel Alert

Pesawat Garuda Masih Layani Rute Balikpapan-Jakarta? Berikut Penjelasan Garuda Indonesia

pengumuman yang beredar tersebut masih sebatas rencana saja dari Garuda Indonesia. Menyusul ditutupnya Bandar Udara di Balikpapan, Bandara SAMS

Editor: Geafry Necolsen
Antara
Ilustrasi. Penumpang pesawat menggunakan masker saat akan menaiki pesawat di Bandara Hang Nadim, Batam. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat) 

Dilarang Mudik, Pesawat Garuda Masih Layani Rute Balikpapan-Jakarta? Berikut Penjelasan Garuda Indonesia

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) menghentikan operasional penerbangan penumpang reguler di sejumlah wilayah, mulai Sabtu (25/4/2020) lalu.

Penghentian operasional tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Musim Mudik Idul Fitri 1441 H dalam rangka Pencegahan Penyebaran covid-19.

Aturan ini melarang sementara penerbangan di dalam negeri melalui bandar udara dari dan ke wilayah yang ditetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB ) maupun zona merah penyebaran virus Corona hingga 31 Mei 2020.

Hal tersebut pun diperkuat dengan adanya surat informasi yang beredar di berbagai media sosial maupun media online mainstream.

Bahkan, ada jadwal penerbangan Garuda Indonesia dari Jakarta Balikpapan dan sebaliknya pada 29 April, tanggal 6 Mei, 13 Mei, 20 Mei dan 28 Mei 2020.

"Surat itu, adalah pemberitahuan rencana GA (general affair, red) akan terbang. Belum bisa sebagai referensi," ujar General Manager Garuda Indonesia Balikpapan, Boydike Kussudiarso saat dikonfirmasi, Selasa (28/4/2020).

Ia menegaskan, pengumuman yang beredar tersebut masih sebatas rencana saja dari Garuda Indonesia. Menyusul ditutupnya Bandar Udara di Balikpapan, Bandara SAMS Sepinggan, pihaknya pun menaati putusan tersebut.

"Pengumuman (berisi jadwal dan tanggal penerbangan) tersebut sebatas rencana, dan belum diterapkan," tegasnya.

Diketahui, mulai Jumat (24/4/2020), Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan ( Bandara SAMS Sepinggan ) Balikpapan tutup sementara.

Artinya, tidak ada aktivitas penerbangan lagi. Keputusan itu berlaku sejak 24 April sampai 1 Juni 2020.

Larangan terbang ini baik perjalanan dalam negeri (domestik) maupun luar negeri (internasional).

"Khususnya di Balikpapan, kami pun sudah menindaklanjuti peraturan yang ada dengan menutup total penerbangan penumpang domestik," pungkasnya.

34 Bandara Menghentikan Penerbangan Penumpang

Berita sebelumnya. Tersiar kabar alat transportasi udara untuk yang ada di Indonesia sementara dihentikan beroperasi, tidak ada pelayanan penerbangan

Hal ini tidak terlepas dari kaitannya dengan musim wabah virus Corona atau covid-19 yang melanda beberapa wilayah di Indonesia. 

Proses penghentian penerbangan secara semantara ini secara resmi disampaikan pihak PT Angkasa Pura.

Seluruh bandara PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II menghentikan sementara penerbangan penumpang untuk periode 24 April-1 Juni 2020 untuk Pencegahan Penyebaran Corona atau covid-19.

BACA JUGA:

 Pengetatan Sosial Diterapkan, Kualitas Udara di Balikpapan Nomor 1 Terbaik dari 39 Kota di Indonesia

 Pasien Pertama Positif Corona di Berau Kondisi Membaik, Tiga Masih Mengalami Keluhan

 Kursi Tamu Diberi Jarak, Bupati Kukar Gelar MoU, Berikut Nilai Pagu Anggaran Penanganan Covid-19

Seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Kompas.com.Tak hanya AP II, PT Angkasa Pura I (Persero) juga menghentikan sementara layanan terhadap penerbangan komersial penumpang pada 15 bandara kelolaannya.

Kebijakan ini berlaku mulai Jumat 24 April 2020 hingga 1 Juni 2020.

Hal itu sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Musim Mudik Idul Fitri 1441 H dalam rangka Pencegahan Penyebaran covid-19.

BACA JUGA:

 7 Alumnus Ijtima Dunia di Gowa Diperiksa Rapid Test di Bontang, Dinkes Sebut Ada 3 Positif

 Peserta Ijtima Dunia di Gowa Banyak Belum Lapor Pulang, Kemenag Bontang Sebut Ada Santri Berangkat

Masyarakat yang sudah memiliki tiket dengan jadwal penerbangan pada periode tersebut diimbau agar menghubungi pihak maskapai untuk melakukan refund atau reschedule.

Berikut daftar bandara yang menangguhkan penerbangan penumpang:

PT Angkasa Pura I:

- Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali

- Bandara Juanda di Surabaya

- Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar

- Bandara SAMS Sepinggan di Balikpapan

- Bandara Jenderal Ahmad Yani di Semarang

- Bandara Sam Ratulangi di Manado

- Bandara El Tari di Kupang

- Bandara Pattimura di Ambon

- Bandara Adi Soemarmo di Solo

- Bandara Internasional Lombok di Praya

- Bandara Frans Kaisiepo di Biak Papua

- Bandara Internasional Yogyakarta

- Bandara Sentani di Papua

- Bandara Adi Sutjipto di Yogyakarta

- Bandara Syamsudin Noor di Banjarmasin

PT Angkasa Pura II:

Soekarno-Hatta (Tangerang)

Halim Perdanakusuma (Jakarta)

Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang)

Kualanamu (Deli Serdang)

Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru)

Silangit (Tapanuli Utara)

Raja Haji Fisabilillah (Tanjung Pinang)

Supadio (Pontianak)

Bandar Udara Banyuwangi (Banyuwangi)

Radin Inten II (Lampung)

Husein Sastranegara (Bandung)

Depati Amir (Pangkalpinang)

Sultan Thaha (Jambi)

HAS Hanandjoeddin (Belitung)

Tjilik Riwut (Palangkaraya)

Kertajati (Majalengka)

Fatmawati Soekarno (Bengkulu)

Sultan Iskandar Muda (Aceh)

Minangkabau (Padang)

Artikel ini telah tayang di tribunkaltim.co dengan judul Kabar Ada Jadwal Penerbangan Jakarta Balikpapan, Garuda Indonesia Pastikan Belum Bisa jadi Referensi, https://kaltim.tribunnews.com/2020/04/28/kabar-ada-jadwal-penerbangan-jakarta-balikpapan-garuda-indonesia-pastikan-belum-bisa-jadi-referensi?page=all.
Penulis: Heriani AM
Editor: Budi Susilo

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved