Travel Alert

Pelabuhan Semayang Balikpapan Ditutup, PT Pelni Jamin Kembalikan Uang Penumpang 100 Persen

Kementerian Perhubungan sudah menginstruksikan peningkatan pengamanan dan pengawasan pergerakan orang dan atau barang di pelabuhan, bandara, stasiun d

Editor: Geafry Necolsen
Tribun Kaltim
Calon penumpang di Pelabuhan Semayang Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur belum lama ini. Pelabuhan Semayang Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, pun menutup sementara operasional. Peraturan ini berlaku sejak tanggal 24 April hingga 31 Mei 2020. 

Pelabuhan Semayang Balikpapan Ditutup, PT Pelni Jamin Kembalikan Uang Penumpang 100 Persen

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Menyusul Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Musim Mudik Idul Fitri 1441 H dalam rangka Pencegahan Penyebaran covid-19 atau Corona.

Maka Pelabuhan Semayang Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, pun menutup sementara operasional.

Peraturan ini berlaku sejak tanggal 24 April hingga 31 Mei 2020.

Kementerian Perhubungan sudah menginstruksikan peningkatan pengamanan dan pengawasan pergerakan orang dan atau barang di pelabuhan, bandara, stasiun dan terminal bus.

Melalui Kemenhub dan Kementerian Dalam Negeri, pemerintah meminta kepada semua Kepala Daerah agar selalu berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait dengan operasional pelabuhan, bandara, stasiun dan terminal bus yang merupakan Objek Vital Nasional.

"Yang jelas Permenhub tersebut tujuannya agar wabah tidak melebar. Penularan virus bisa segera terputus mata rantainya, dan kesehatan masyarakat tetap terjaga," ujar Kepala PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Balikpapan, Yohanes Banne, Selasa (28/4/2020).

Ia menyebut, untuk perusahaan khususnya PT Pelni Balikpapan, menutup total pelayanan pelayarannya.

"Dampaknya untuk kami, yaitu tidak ada penerimaan dari hasil angkutan penumpang maupun angkutan barang," ungkapnya.

ILUSTRASI - Kapal laut milik PT Pelni bersandar di kawasan Pelabuhan Semayang Balikpapan, Kalimantan Timur. (TRIBUN KALTIM/FACHMI RACHMAN)
ILUSTRASI - Kapal laut milik PT Pelni bersandar di kawasan Pelabuhan Semayang Balikpapan, Kalimantan Timur. (TRIBUN KALTIM/FACHMI RACHMAN) (Tribun Kaltim)

Meski yang dalam Permenhub yang dilarang beroperasi adalah angkutan penumpang mudik, angkutan barang-barang dan logistik tetap diperbolehkan, namun penghasilan dari komoditi tersebut tetap nihil.

Alasannya, karena penumpang kapal Pelni yang masuk di Balikpapan menggunakan kapal penumpang yang sekaligus memuat barang atau logistik.

Pelayaran terpaksa dibatalkan, Yohanes menyebut tidak satupun penumpang yang melayangkan protes.

Para calon penumpang ini tahu, bahwa yang melarang mudik adalah pemerintah republik Indonesia.

Serta, larangan tersebut diperuntukkan memastikan kesehatan dan keselamatan jiwa masyarakat. "Jadi tidak ada masalah," imbuhnya.

"Penumpang yang sudah jauh hari beli tiket, kami kembalikan uangnya seratus persen," tandasnya.

Sumber: Tribun Kaltim

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved