Kuliner

Jangan Terlalu Sering Makan Telur Asin, Ini Dampaknya Terhadap Kesehatan

Bagian putih telurnya memiliki rasa asin yang tajam, sementara kuning telurnya berwarna agak oranye dan tidak terlalu asin.

Jangan Terlalu Sering Makan Telur Asin, Ini Dampaknya Terhadap Kesehatan
istimewa
Telur asin 

Jangan Terlalu Sering Makan Telur Asin, Ini Dampaknya Terhadap Kesehatan

TRIBUNKALTIM.CO, WIKI - Telur asin adalah salah satu ‘ikon’ makanan khas Indonesia. Biasanya telur asin dijadikan lauk untuk makan atau diolah dengan makanan lainnya.

Lalu, apakah telur asin sama sehatnya dengan telur ayam biasa? Simak ulasannya.

Kenapa telur asin tidak bisa dianggap sebagai makanan sehat?

Di Indonesia, telur bebek lebih dikenal sebagai telur asin. Telur ini sengaja diasinkan dengan cara direndam di dalam air garam.

Bagian putih telurnya memiliki rasa asin yang tajam, sementara kuning telurnya berwarna agak oranye dan tidak terlalu asin.

Menurut Kalpana Bhaskaran dari Nutrition Research and Head of Glycemic Index Research Unit di Temasek Polytechnic’s School of Applied Science, makan telur asin bisa meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh, melebihi jumlah yang direkomendasikan setiap harinya yaitu 300 mg.

Apalagi dalam sebutir telur asin bisa terkandung 300-600 mg kolesterol, tergantung dari proses pembuatannya.

Mengonsumsi makanan yang tinggi garam berarti mengonsumsi makanan yang kaya natrium.

Padahal, WHO (World Health Organisation) atau Lembaga Kesehatan Dunia menyarankan asupan garam hanya 5 gram (setara dengan natrium 2.000 mg) per hari. Konsumsi garam di atas batas yang diperbolehkan dapat berkontribusi pada munculnya tekanan darah tinggi serta meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung dan stroke.

Telur asin mengandung tinggi natrium

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Server
Sumber: Tribun Kaltim
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved