Kuliner

Memek, Kuliner Aceh yang Jadi Warisan Budaya Indonesia

Kuliner khas Pulau Simeulue, Aceh, bernama memek dinobatkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.

Editor: Geafry Necolsen
Dokumen pribadi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Simeulue, Abdul Karim
Kuliner khas Aceh, Memek, ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia. 

Memek, Kuliner Aceh yang Jadi Warisan Budaya Indonesia

TRIBUNKALTIM.CO, TRAVEL - Kuliner khas Pulau Simeulue, Aceh, bernama memek dinobatkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.

Pascapenetapan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia, masyarakat dari berbagai daerah penasaran dan beramai-ramai mencarinya. Berikut fakta-fakta tentang memek.

1. Bentuknya mirip bubur

Memek memiliki bentuk seperti bubur. Memek bisa disantap saat panas maupun dingin. Ia terbuat dari beras ketan gongsen, pisang dengan santan yang dipanaskan, gula, dan garam.

2. Punya arti mengunyah

Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Simeulue, Abdul Karim, memek berasal dari bahasa daerah, yakni mamemek yang berarti mengunyah-ngunyah.

Namun, masyarakat setempat lebih suka menyebutnya sebagai memek.

3. Cara buat yang mudah

Memek terbuat dari beras ketan, pisang, gula, dan garam.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved