Travel Alert

Diserang Virus Corona, Italia Bak Medan Perang, Truk Militer Angkut Mayat Korban

Sebuah foto memperlihatkan lusinan kendaraan militer Italia diturunkan untuk membawa korban virus Corona di seluruh negara itu di mana kamar mayat

Diserang Virus Corona, Italia Bak Medan Perang, Truk Militer Angkut Mayat Korban
Daily Star
Puluhan truk militer di Italia digunakan untuk mengangkut jenazah korban tewas karena infeksi corona. 

Diserang Virus Corona, Italia Bak Medan Perang, Truk Militer Angkut Mayat Korban

TRIBUNKALTIM.CO - Italia adalah salah satu destinasi wisata yang banyak dikunjungi oleh para wisatawan. Namun kini, situasi di sana mririp medan oerang, ngerinya situasi saat petugas medis kewalahan tangani Corona, yang layak hidup dipilih.

Italia kini menjadi negara dengan situasi terparah kedua setelah China akibat virus Corona.

Dengan total 27.980 kasus virus Corona dikonfirmasi oleh negara pizza sementara, jumlah kematiannya mencapai 2.158 dengan tambahan 349 selama 24 jam terakhir.

Menurut John Hopkins University, China memiliki rasio kasus virus Corona 5,81 per 100.000 orang, sementara Italia lebih memprihatinkan dengan 20,6 kasus per 100.000 orang.

Situasi ini membuat Italia kewalahan menghadapi "banjir" pasien virus Corona yang terus berdatangan.

Sebuah foto memperlihatkan lusinan kendaraan militer Italia diturunkan untuk membawa korban virus Corona di seluruh negara itu di mana kamar mayat terlalu penuh untuk menampung jasad korban. Peti mati telah mengisi penuh kamar-kamar dua rumah sakit dan rumah duka pemakaman umum.

Dalam foto itu, truk-truk tersebut bergerak melalui kota Bergamo di wilayah Lombardy, salah satu wilayah yang paling parah terkena serangan virus COVID-19. Kota ini telah mencatat setidaknya 93 orang meninggal akibat virus Corona.

Media asing melaporkan bahwa sekitar 70 peti mati ditempatkan di 30 truk dan akan diangkut ke krematorium di sejumlah lokasi di Italia. Setelah mayat dikremasi, abunya akan dibawa kembali ke Bergamo.

"Kami mempersiapkan diri secara psikologis dengan melihat gambar-gambar Cina, tetapi tidak terpikirkan untuk membayangkan kehancuran seperti itu," ujar Direktur Medis rumah sakit Chiari di Brescia dan Lombardy, Jean Pierre Ramponi.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Server
Sumber: Tribun Kaltim
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved