Travel Alert

Waspadai Positif Virus Corona Tanpa Gejala, Menular Secara Senyap

Namun kini, penyakit ini juga menginfeksi orang yang tak merasakan gejala sakit apapun. Penularannya bisa tanpa gejala, ini cara menguji dengan meto

Editor: Geafry Necolsen
net
Antisipasi penyebaran virus corona 

Metode pengujian Virus Corona itu sudah diterapkan saat ini di Korea Selatan dan Singapura.

Metode itu melibatkan pengujian setiap orang dengan gejala terlebih dahulu.

Namun, setelahnya berusaha menemukan dan menguji setiap orang yang berhubungan atau kontak dengan orang tersebut selama lebih dari dua minggu.

Menurut Haseltine, penting untuk menemukan mereka lebih awal sebelum mereka sakit.

Ini bukan tentang berapa banyak tes yang dilakukan di suatu daerah, lanjutnya, tetapi bagaimana tes itu digunakan.

3. Metode Deteksi Virus

Lebih jauh, Aryati menjelaskan, ada empat metode yang bisa digunakan untuk mendeteksi virus.

Metode tersebut adalah melalui:

Kultur

Molekuler

Antigen

Antibodi

Metode dengan keakuratan paling tinggi adalah metode kultur atau biakan virus.

Akan tetapi metode ini sulit dilakukan karena biayanya mahal serta memerlukan tenaga terlatih.

Adapun metode PCR yang selama ini digunakan termasuk metode molekuler. Metode ini memiliki keakuratan di bawah metode kultur.

“Molekular itu deteksinya asam nukleat yaitu DNA atau RNA dari patogen tersebut. Nah itu yang dipakai untuk deteksi SARS-CoV2 selama ini,” lanjut dia.

Metode ketiga, antigen, memiliki keakuratan di bawah PCR. Akan tetapi metode ini belum ada reagennya di Indonesia.

Sementara, metode keempat, dengan kepercayaan terendah, adalah metode antibodi. Salah satu metode antibodi adalah rapid test.

“Tetapi memang antibodi itu mudah didapat, dikerjakan. Bisa dari sampel darah, darah utuh, bisa serum, bisa pula plasma,” ujar Aryati.

Demi melawan penyebaran Corona di wilayah Kutai Kartanegara, Tim Relawan Balakarcana melakukan penyemprotan disinfektan di Kelurahan Melayu, Tenggarong, Minggu (22/3/2020). Penyemprotan di enam RT yang berada di kawasan tersebut.
Demi melawan penyebaran Corona di wilayah Kutai Kartanegara, Tim Relawan Balakarcana melakukan penyemprotan disinfektan di Kelurahan Melayu, Tenggarong, Minggu (22/3/2020). Penyemprotan di enam RT yang berada di kawasan tersebut. (HO/Relawan Balakarcana)

4. Cara Pengujian Rapid Test

Hampir seluruh tes yang dilakukan di Australia dimulai dengan sampel yang diambil dari hidung atau belakang tenggorokan atau keduanya menggunakan swab khusus.

Michael Harrison, ahli patologi dan CEO bisnis patolofi yang berbasis di Brisbane, Sullivan Nicolaides, mengatakan, perusahannya saat ini melakukan sekitar 1.500 tes per hari melalui laboratorium mereka.

"Hidung dan bagian belakang tenggorokan adalah dua situs tempat virus bereplikasi," kata Harrison.

Oleh karena itu, penyeka mengambil sel-sel di mana virus berada.

Tes swab digunakan untuk mencocokkan bahan genetik yang ditangkap pada swab dengan kode genetik covid-19.

Staf medis yang mengambil sampel perlu menggunakan alat pelindung diri termasuk sarung tangan, masker, pakaian khusus, dan pelindung wajah.

Seorang dokter umum di Melbourne dan dosen perawatan primer di University of Melbourne Dr Chance Pistoll menjelaskan, sangat penting bagi tenaga medis memiliki peralatan pelindung yang cukup.

Ia mengatakan, siapa pun yang merasa berpotensi terinfeksi harus menelepon terlebih dahulu dan mengikuti sistem yang telah ditetapkan oleh pihak berwenang untuk melindungi pasien, orang lain, dan staf medis.

Pistoll menegaskan, jika seseorang diuji untuk covid-19, sangat penting melakukan isolasi diri hingga mendapatkan hasilnya.

"Anda harus berada dalam pengasingan sendiri sampai tahu hasilnya. Jika telah diuji, harus menganggap Anda memilikinya sampai tahu bahwa Anda tidak memilikinya," ujar dia.

 

5. Sampel Uji covid-19

Setelah spesimen diambil dan disegel, selanjutnya dipindahkan ke laboratorium dan diuji dalam batch.

Teknik yang digunakan dikenal sebagai reaksi berantai polimerase atau PCR.

Sampel melalui proses yang sebagian besar otomatis mengekstraksi materi genetik sebelum ditempatkan ke dalam mesin PCR dalam batch.

Direktur Doherty Institute Prof Sharon Lewin menjelaskan, teknik PCR yang digunakan untuk covid-19 juga digunakan pada pengujian lain seperti HIV, Hepatitis C, dan influenza.

"Cara untuk melakukan ini adalah menemukan bahan genetik virus. PCR memperkuat materi genetik sehingga dapat dengan mudah mendeteksinya," kata dia.

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved