Shopping

Apa Itu Panic Buying? Apa Pemicunya?

Pengumuman ini membuat masyarakat panik dan memborong barang-barang di berbagai ritel-ritel Indonesia dalam sebuah fenomena yang disebut panic buying.

net
belanja makanan bersama anak 

Caranya dengan bernapas perlahan-lahan dan berolahraga. Dengan demikian, Anda pun akan bisa berpikir lebih jernih.

Individu vs Komunitas Selain dari individu itu sendiri, panic buying bisa didorong oleh faktor eksternal. Salah satunya adalah himbauan untuk "tidak panik" dari pemerintah atau bahkan media.

John Drury, seorang profesor psikologi sosial dari University of Sussex di Inggris yang meneliti psikologi kelompok berkata bahwa referensi terhadap panic buying sendiri mendorong kepanikan publik.

"Ketika pemerintah dan media massa memberi tahu kita bahwa tetangga kita sedang melakukan 'panic buying', kita membayangkan orang-orang di sekitar kita bertindak individualistik dengan buru-buru menimbun barang untuk dirinya sendiri," ujar Drury.

Hal ini, lanjutnya, membuat orang-orang lebih mungkin untuk memedulikan dirinya sendiri saja. Untuk menangkal fenomena ini, Drury pun menyarankan untuk mulai berpikir secara komunitas.

"Ketika orang-orang mulai berpikir terkait identitas sosial mereka, mereka akan jadi lebih kooperatif, lebih sungkan untuk mendorong antrian dan lebih rela berbagai stok yang menipis dengan orang asing, daripada ketika mereka hanya memikirkan identitas personalnya," ujar Drury.

Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
Sumber: Tribun Kaltim
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved