Travel Alert

Wabah Corona Picu Panic Buying, Ini yang Dilakukan Dinas Perdagangan Kota Balikpapan

Langkah tersebut juga sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memastikan ketersediaan pangan jelang Ramadan.

Wabah Corona Picu Panic Buying, Ini yang Dilakukan Dinas Perdagangan Kota Balikpapan
net
belanja makanan bersama anak 

Wabah Corona Picu Panic Buying, Ini yang Dilakukan Dinas Perdagangan Kota Balikpapan 

TRIBUNKALTIM.CO, WIKI - Pemerintah Kota Balikpapan memastikan stok dan harga 11 komoditas bahan pokok aman di tengah wabah Virus Corona.

Pemkot Balikpapan mengambil langkah antisipasi menghadapi covid-19 dilakukan melalui pengecekan ketersediaan pasokan.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan Balikpapan Irawan menyebut 11 komoditi bahan pokok aman selama 2 hingga 3 bulan kedepan.

Pun dengan komoditi cabai, bawang putih dan bawang merah.

Langkah tersebut juga sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memastikan ketersediaan pangan jelang Ramadan.

Data terakhir Dinas Perdagangan, Selasa (17/3/2020), stok akhir beras sebanyak 13.292 ton diperkirakan memenuhi lebih kurang dua bulan.

Stok akhir gula pasir sebanyak 250 ton memenuhi dua bulan.

Meski stok gula di beberapa retail modern dan pedagang pasar rakyat dijual Rp16.000 hingga Rp18.000 per kilogram.

Kenaikan harga disebabkan harga dari distributor naik sekitar Rp15.000 hingga Rp16.000 per kilogram. Selain itu, stok gula pasir nasional makin menipis akibat belum musim panen.

"Harga yang ada dipasaran sesuai dengan HET (harga eceran tertinggi,red). Kita tahu sendiri gula yang paling mahal itu bukan yang curah. Namun lagi-lagi ini belum masuk tahap mengkhawatirkan," ujar Irawan, Selasa (17/3).

Irawan menyebut, pihaknya terus melakukan monitoring sesuai arahan Walikota Balikpapan. Sesuai dengan hasil rapat koordinasi lanjutan penanganan wabah covid-19 atau corona.

Ia menyebut hingga saat ini, belum ada gejolak atau kesulitan mendapatkan bahan pokok, pun kenaikan harga.

"kita diminta oleh pak wali untuk mengawasi barang-barang stok yang ada di toko-toko ritel. Agar masyarakat tidak menumpuk barang-barang yang tidak perlu. Kita juga sudah memberi imbauan untuk masyarakat dengan adanya covid-19 berpengaruh pada barang-barang untuk kebutuhan bahan pokok," pungkasnya.

Ikuti kami di
Editor: Server
Sumber: Tribun Kaltim
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved