Destinasi Wisata

Objek Wisata Sejarah, Rumah Dahor, Saksi Bisu Perang Dunia II di Balikpapan

Saat itu dalam Perang Dunia II di Kota Balikpapan dianggap daerah rebutan pihak sekutu dan Jepang.

Tribun Kaltim
PT Pertamina (persero) bekerjasama dengan 11 komunitas di Balikpapan menggelar pemeran fotografi dengan tema Dahor Heritage Balikpapan di salah satu bangunan cagar budaya di kawasan Balikpapan Barat. (Dok Tribunkaltim.co) 

Pagi yang cerah, Rumah Dahor Heritage Kota Balikpapan dikunjungi ratusan orang pada Sabtu (27/1/2018).

Keramaian ini menjadikan akhir pekan rumah Dahor Heritage Kota Balikpapan bersuasana beda pada hari sebelumnya yang sepi pengunjung.

Hal itu terpantau Tribunkaltim.co sekitar pukul 10.00 Wita.

Banyak anak-anak sekolah Kota Balikpapan senang mendatangi lokasi tersebut.

Melihat foto-foto seperti di antaranya momen penggalan peristiwa Perang Dunia II di Kota Balikpapan.

Tertawa riang bebas melihat koleksi yang disiman dalam rumah Dahor tersebut.

Di antara mereka ada rombongan murid Sekolah Dasar 014 Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan.

Serta dari rombongan tim marketing Bank Mandiri wilayah Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. 

Pengunjung mendatangi Museum Rumah Dahor Heritage dibilangan Jalan Letjen Suprapto
Pengunjung mendatangi Museum Rumah Dahor Heritage dibilangan Jalan Letjen Suprapto (Tribun Kaltim/Budi Susilo)

Di antara mereka terlihat ada yang saksikan koleksi foto-foto zaman silam di Kota Balikpapan.

Foto-foto yang merekam sejarah zaman pemerintahan Hindia Belanda berkuasa di Kota Balikpapan.

Juga geliat dinamika kehidupan perkotaan  di Kota Balikpapan setelah adanya peristiwa proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Tidak kalah menariknya, ada foto-foto yang merekam proses pabrik minyak di Balikpapan.

Gambaran suasana kilang minyak pada zaman kebelakang beberapa puluh tahun lalu.

Kegiatan edukasi sejarah tersebut dibimbing secara langsung penggiat museum Dahor Heritage, Rosalina Tumbelaka berserta rekan-rekannya.

Rumah ini awalnya bukan dibangun zaman millenium, bangunan rumah sudah masuk cagar budaya.

Berdasarkan catatan sejarahnya, rumah dahor heritage ini mulanya merupakan rumah dinas warga negara Belanda saat bertempat tinggal di Kota Balikpapan.

Rumah ini merupakan bagian dari fasilitas bagi karyawan orang Belanda yang bekerja di perusahan perminyakan kala itu.

 

Namanya bukan Pertamina namun waktu itu masih bernama Bataafsche Petroleum Maatchappij.

Saat ditemui Tribunkaltim.co, satu di antara pengunjung, Haryadi.

Ia menuturkan, berkunjung ke museum Dahor Heritage sangat bermanfaat.

Setiap pengunjung memperoleh informasi berharga soal perkembangan Balikpapan dari waktu ke waktu.

"Banyak yang kita tidak ketahui seperti apa sejarah Balikpapan itu," ungkapnya.

Mendatangi rumah ini banyak gunanya.

"Kita bisa melihat Balikpapan tempo dahulu," ujar pria yang kini menjabat sebagai Area Operation Manager Bank Mandiri wilayah Balikpapan.

Bagi dia, museum di Balikpapan harus diperbanyak.

Museum menjadi satu elemen dalam mendukung keberhasilan wisata di Kota Balikpapan.

Mengisi waktu liburan akhir pekan di museum sangat bernilai. Liburan keluarga lebih bermakna.

"Kita bisa tahu sejarahnya. Kalau kita sudah mengerti sejarahnya pastinya kita bisa mencintai Kota Balikpapan," ujarnya. 

Selain itu, Kita bisa lebih peduli, untuk bersama-sama ingin ikut memajukan Kota Balikpapan tercinta.

"Orang dahulu membangun bersusah payah kita hanya lanjutkan untuk terus meningkatkan kemajuan kota," kata Hariyadi.

Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
Sumber: Tribun Kaltim
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved