Destinasi Wisata

Ada Makam Tua Peninggalan Belanda di Asrama Bukit Balikpapan

Keberadaan makam tua ini berada di bagian belakang paling pojok pemakaman umum Asrama Bukit Kota Balikpapan.

Tribun Kaltim
Amalia Putri Eka mengunjungi makam tua era Hindia Belanda di kawasan pemakaman Asrama Bukit Kecamatan Balikpapan Barat, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur pada Minggu (17/2/2019) sore. 

Situasi makam tua Hindia Belanda ini diselimuti semak belukar, rumput-rumput hijau tumbuh tinggi menutupi beberapa makam. Dilihat dari jarak sekitar lima meter dari pintu masuk kawasan makam, tidak terlihat liang kubur makam tua sebab tertutup pohon rindang yang rimbun.

Pada bagian nisan dan beton liang kubur pun nampak kusam. Lumut hijau dan debu yang tebal menutupi makam tua. Keberadaan makam tua Hindia Belanda di Asrama Bukit Kota Balikpapan ini tidak banyak yang tahu. 

Wujud bentuk makam tua era Hindia Belanda di kawasan pemakaman Asrama Bukit Kecamatan Balikpapan Barat, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur pada Minggu (17/2/2019) sore.
Wujud bentuk makam tua era Hindia Belanda di kawasan pemakaman Asrama Bukit Kecamatan Balikpapan Barat, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur pada Minggu (17/2/2019) sore. ((Tribunkaltim/BudiSusilo))

Satu di antaranya, Amalia Putri Eka, mengaku baru pertama kali tahu ada makan tua di Asrama Bukit. Amalia ikut dalam rombongan komunitas Balikpapan Tempoe Doloe. 

“Penasaran saja, ternyata Balikpapan banyak sejarahnya. Baru pertama saya lihat ini, ternyata ada juga yang makam yang sudah lama sampai tidak terawat begini,” ungkapnya kepada Tribunkaltim.co di lokasi makam tua. 

Dia pun sangat berharap kepada pemerintah daerah untuk memberi perhatian kepada hal-hal yang bernilai sejarah tempo dahulu. Makam tua merupakan saksi biksu sebelum munculnya negara bernama Indonesia, bisa dikatakan sejarah yang mengawali adanya kemerdekaan Indonesia. 

Sebaiknya makam tua seperti ini dirawat dan dikelola secara baik. Pastinya bisa menjadi lokasi yang asyik, buat wisata kota sejarah yang memberi makna dan nilai edukasi zaman dahulu. 

“Kenapa tidak kita bersihkan saja kita kelola sampai dipercantik. Makam tua ini kan sarat sejarah, bagus buat wisata edukasi,” tutur Amalia. (*) 

Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
Sumber: Tribun Kaltim
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved