Travel Alert

Tidak Ada Lagi Jabat Tangan & Cipika Cipiki, Corona Ubah Kebiasaan Dunia

Sangat disarankan untuk tidak jabat tangan, tolak setiap kecupan di pipi dan jangan sampai memeluk.

Xinhua/Liu Xiao
Momen Bahagia Pasien Virus Corona Dinyatakan Sembuh Pasien yang dinyatakan sembuh dari virus corona beradu siku dengan petugas medis di Rumah Sakit Tangdu Universitas Kedokteran Militer Angkatan Udara Xi'an, Provinsi Shaanxi, China, Selasa (4/2/2020). Ini adalah pasien pertama yang dinyatakan sembuh dari virus corona di Shaanxi. 

Tidak Ada Lagi Jabat Tangan & Cipika Cipiki, Corona Ubah Kebiasaan Dunia

TRIBUNKALTIM.CO, TRAVEL - Di seluruh dunia saat ini semua orang telah mengubah kebiasaan mereka di tempat kerja, di rumah dan dalam tempat ibadah untuk mengurangi risiko tertular virus corona baru dan mencegahnya menyebar lebih jauh.

Sangat disarankan untuk tidak jabat tangan, tolak setiap kecupan di pipi dan jangan sampai memeluk. Sebagai gantinya, cobalah tatapan langsung, atau mungkin isyarat tangan.

Dikutip dari AFP, mereka melihat perubahan perilaku orang-orang karena virus corona, yang telah menewaskan lebih dari 3.000 di seluruh dunia.

Berikut ulasannya:

Warga China mengenakan masker mengantisipasi penyebaran corona
Warga China mengenakan masker mengantisipasi penyebaran corona (Shutterstock)

China
Di Beijing, ibu kota negara, orang-orang diminta untuk tidak berjabat tangan. Mereka menyosialisasikan gerakan menyatukan tangan sendiri sebagai tanda salam.

Pengeras suara memberitahu orang-orang untuk membuat gerakan yang di sebut "gong shou". Dalam budaya tradisional China ini artinya kepalan tangan di telapak tangan yang berlawanan untuk menyapa.

Perancis
Perancis melalui surat kabarnya menyosialisasikan cara mengganti ciuman di pipi yang biasa dilakukan masyarakat setempat sebagai sapaan sehari-hari dan berjabat tangan. 


Pakar etiket Philippe Lichtfus, mengatakan hanya dengan menatap mata seseorang saja sudah cukup sebagai salam.

Brazil
Kementerian Kesehatan Brazil telah merekomendasikan agar warga nya tidak menggunakan berbagi sedotan logam satu sama lain. Terutama untuk meminum kafein yang populer di negeri itu.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved