Destinasi Wisata

Dua Museum di Kota Balikpapan, Bisa Jadi Pilihan Wisata Edukasi di Liburan Akhir Pekan Nanti

Wisata edukasi juga merupakan bagian dari rekreasi atau liburan, bedanya di dalam aktivitas ini para wisatawan akan mendapatkan tambahan edukasi

Editor: Geafry Necolsen
Tribun Kaltim
Museum Kodam VI Mulawarman 

Dua Museum di Kota Balikpapan, Bisa Jadi Pilihan Wisata Edukasi di Liburan Akhir Pekan Nanti

TRIBUNKALTIM.CO, TRAVEL - Kota Balikpapan selain memiliki beragam obyek wisata alam yang indah, rupanya juga memiliki beberapa tempat wisata edukasi.

Wisata edukasi juga merupakan bagian dari rekreasi atau liburan, bedanya di dalam aktivitas ini para wisatawan akan mendapatkan tambahan edukasi dan pendidikan di dalamnya.

Berikut ini TribunKaltim.co akan memberikan info singkat seputar dua museum ini beserta alamat lengkapnya.

- Museum Kodam VI Mulawarman

Pengunjung memegang benda koleksi senjata milik Museum Kodam VI Mulawarman Jalan Letjend Suparpto, Kelurahan Baru Tengah, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, Sabtu (27/1/2018)
Pengunjung memegang benda koleksi senjata milik Museum Kodam VI Mulawarman Jalan Letjend Suparpto, Kelurahan Baru Tengah, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, Sabtu (27/1/2018) (Tribun Kaltim/Budi Susilo)

Museum Kodam VI Mulawarman berlokasi di Jalan Letjend Suparpto, Kelurahan Baru Tengah, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur.

Museum yang didominasi cat hijau dan putih ini paling ramai dikunjungi pada saat akhir pekan.

Pengunjung yang mendatangi museum ini beragam mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Jika berkunjung ke museum, pada pintu masuk pengunjung akan disuguhkan dengan dua buah meriam peninggalan zaman perang dunia kedua buatan Inggris dan Australia.

Terdapat koleksi yang disimpan di museum ini beragam jenisnya.

Ada bekas peninggalan zaman perang hingga koleksi barang-barang terkini seperti minuatur kapal KRI Fatahillah dan pesawat tempur TNI Angkatan Udara serta seragam tentara.

Peninggalan kuno itu di antaranya ada alat komunukasi berupa radio SSB SR 206 buatan Amerika Serikat tahun 1965. Radio ini pernah digunakan dalam Siskomwil dan operasi penumpasan yang bertajuk gerakan 30 September 1965 Partai Komunis Indonesia.

Tidak hanya itu, ada juga Transmiter P 401 buatan Uni Soviet tahun 1959 yang difungsikan sebagai sistem komunikasi operasi yang pernah digunakan dalam operasi penumpasan Pasukan Gerilya Rakyat Sarawak (PGRS) dan Pasukan Rakyat Kalimantan Utara (Paraku) di Kalimantan Barat tahun 1962.

- Rumah Dahor Heritage Balikpapan

Sebuah rumah panggung atau Rumah Dahor heritage peninggalan kolonial Hindia Belanda yang berada di bilangan Jalan Lombok, Gunung Dubs, Prapata, Kecamatan Balikpapan Kota, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur.
Sebuah rumah panggung atau Rumah Dahor heritage peninggalan kolonial Hindia Belanda yang berada di bilangan Jalan Lombok, Gunung Dubs, Prapata, Kecamatan Balikpapan Kota, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. (TRIBUNKALTIM/SITI ZUBAIDAH)

Dahor Heritage berlokasi jalan Dahor No.1, Baru Ilir, Balikpapan Baru, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Rumah ini awalnya bukan dibangun zaman millenium, bangunan rumah sudah masuk cagar budaya.

Berdasarkan catatan sejarahnya, rumah dahor heritage ini mulanya merupakan rumah dinas warga negara Belanda saat bertempat tinggal di Kota Balikpapan.

Rumah ini merupakan bagian dari fasilitas bagi karyawan orang Belanda yang bekerja di perusahan perminyakan kala itu.

Baca: Rekomendasi Wisata Alam di Penajam Paser Utara, Cocok untuk Jadi Destinasi Liburan di Akhir Pekan

Pengunjung mendatangi Museum Rumah Dahor Heritage dibilangan Jalan Letjen Suprapto
Pengunjung mendatangi Museum Rumah Dahor Heritage dibilangan Jalan Letjen Suprapto (Tribun Kaltim/Budi Susilo)

Namanya bukan Pertamina namun waktu itu masih bernama Bataafsche Petroleum Maatchappij.

Jika berkunjung ke Dahor setiap pengunjung bisa memperoleh informasi berharga soal perkembangan Balikpapan dari waktu ke waktu.

Selain itu pengunjung juga bisa melihat koleksi foto-foto bersejarah zaman pemerintahan Hindia Belanda berkuasa di Kota Balikpapan, juga geliat dinamika kehidupan perkotaan Balikpapan setelah adanya peristiwa proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Tidak kalah menariknya, ada foto-foto yang merekam proses pabrik minyak di Balikpapan.

Gambaran suasana kilang minyak pada zaman kebelakang beberapa puluh tahun lalu.

(Tribunkaltim.co/kay/ilo)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved