Travel Alert

Ada Kasus Corona, Pemerintah Didesak Keluarkan Travel Warning

Pemerintah perlu mengeluarkan travel warning dan juga memperketat pengawasan di pintu-pintu perbatasan.

Local
Media asal Denmark, Jyllands-Posten, mempublikasi karikatur satir bendera Cina dengan logo bintang diganti dengan simbol virus Corona. 

Ada Kasus Corona, Pemerintah Didesak Keluarkan Travel Warning

TRIBUNKALTIM.CO, TRAVEL - Pemerintah secara resmi mengungkap adanya warga negara Indonesia yang terjangkit virus corona.

Pemerintah perlu mengeluarkan travel warning sebagai upaya mencegah bertambahnya warga Indonesia yang terkena virus corona atau COVID-19. 

Petugas kesehatan tengah menangani virus coronan yang kini menyebar ke sejumlah negara.
Petugas kesehatan tengah menangani virus coronan yang kini menyebar ke sejumlah negara. (AFP)

Dikutip dari laman Bisnis.com,  Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira mengatakan, saat ini keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas pemerintah.

Oleh sebab itu, dia menilai pemerintah perlu mengeluarkan travel warning dan juga memperketat pengawasan di pintu-pintu perbatasan. 

Penumpang dari luar negeri menggunakan masker untuk mencegah penyebaran virus Corona saat tiba di Bandara Internasional Haneda, 28 Januari 2020. (AFP/KAZUHIRO NOGI)
Penumpang dari luar negeri menggunakan masker untuk mencegah penyebaran virus Corona saat tiba di Bandara Internasional Haneda, 28 Januari 2020. (AFP/KAZUHIRO NOGI) (AFP)

“Betul sebaiknya ada travel warning dan keselamatan WNI jadi yang utama. Pintu-pintu perbatasan pengawasannya diperketat.

Kemudian, karena panik biasanya masyarakat akan memborong kebutuhan pokok, pastikan stok mencukupi,” kata Bhima, Senin (2/3/2020). 

Menurutnya, meskipun pemerintah bersikukuh agar insentif pariwisata tetap jalan, tetapu dia menilai insentif tersebut tidak cukup efektif.

Petugas kesehatan menyemprotkan cairan disinfektan kepada WNI ABK Diamond Princess dan barang bawaan saat turun dari kapal di Yokohama, Jepang, Minggu (2/3/3030).
Petugas kesehatan menyemprotkan cairan disinfektan kepada WNI ABK Diamond Princess dan barang bawaan saat turun dari kapal di Yokohama, Jepang, Minggu (2/3/3030). (ANTARA FOTO)

Kalaupun efektif, maka dampaknya diperkirakan sangat kecil.

“Dengan konfirmasi orang terkena corona, pastinya wisatawan akan batal berkunjung. Mereka akan berpikir ulang meski tiket pesawat murah tetapi taruhannya kesehatan,”ujarnya. 

 

Dalam hal ini, Bhima mengatakan salah satu upaya yang bisa dilakukan pemerintah agar industri pariwisata bisa tetap bergerak adalah dengan memberi penangguhan PPh badan dan menghapus PPn untuk sektor pariwisata sementara waktu hingga wabah virus corona mereda. 

“Itu insentif yang langsung terasa [bagi sektor pariwisata]. Cukup dengan mengeluarkan PMK [Peraturan Menteri Keuangan],” ungkapnya.

Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved