Travel Alert

Virus Corona Tidak Bikin Ciut Nyali Traveler Indonesia untuk Liburan

Ini terunhkap dari beberapa traveler yang datang ke acara Singapore Airlines Travel Fair 2020 di Gandaria City Mall.

AFP
Penumpang dari luar negeri menggunakan masker untuk mencegah penyebaran virus Corona saat tiba di Bandara Internasional Haneda, 28 Januari 2020. (AFP/KAZUHIRO NOGI) 

Virus Corona Tidak Bikin Ciut Nyali Traveler Indonesia untuk Liburan

TRIBUNKALTIM.CO, TRAVEL - Wabah virus corona yang kini tengah melanda sejumlah negara tidak menyurutkan sebagian traveler Indonesia untuk bepergian ke luar negeri.

Hal itu dirasakan beberapa traveler yang datang ke acara Singapore Airlines Travel Fair 2020 di Gandaria City Mall.

Wabah Virus Corona, Daftar Negara yang Larang Turis dari China

Tak Risau dengan Virus Corona, Daging Kelelawar Tetap Favorit di Manado

Salah satu alasan traveler tidak mengkhawatirkan virus corona karena periode perjalanan yang mereka ambil punya jarak yang cukup jauh dari isu virus corona saat ini.

Biasanya, kebanyakan dari pengunjung travel fair mengambil periode keberangkatan di semester kedua tahun 2020.

"Kebanyakan habis lebaran ya. Bulan Juni atau Juli terus sampai ke akhir tahun," ujar Erna selaku Manajer Dwidaya Tour Cabang Menara Imperium ketika ditemui Kompas.com di acara Singapore Airlines Travel Fair.

Saat Liburan, Hindari Interaksi dengan Hewan, Virus Corona menyebar dari Satwa Liar

Corona Sedang Mewabah, Jangan Salah Pakai Masker Saat Sedang Traveling

Selain untuk keberangkatan di semester kedua tahun 2020, banyak juga pengunjung yang memilih periode perjalanan di awal tahun 2021.

Menurut mereka, isu soal virus corona kemungkinan besar sudah mereda pada periode tersebut.  Hal tersebut diamini oleh Tommy, salah satu pengunjung travel fair.

Tommy berhasil membeli empat tiket pesawat pulang pergi (PP) rute Brussels dengan harga Rp 9,8 juta per orang. Harga tersebut belum termasuk cashback .

Bagaimana Cara Mencegah Infeksi Virus Corona?

"Untuk liburan anak sekolah. Saya pergi berempat sama dua anak dan istri. Ini sedikit mahal sih karena high season," ujar Tommy.

Ia mengaku tak terlalu khawatir soal isu virus corona walaupun diharuskan melakukan transit di Singapura yang status waspada virus corona-nya sudah mencapai tingkat oranye.

"Enggak sih ya, yang penting menjalankan panduan dari pemerintah saja," ujar Tommy.

Sementara itu, pengunjung travel fair lain, Safwa, berencana untuk pergi ke China, negara yang saat ini sedang masa penutupan total.

Safwa berencana untuk pergi ke China pada bulan Mei 2021 mendatang. "Awalnya saya rencana tahun ini. Tapi karena batal dan banyak yang refund, jadi harus beli baru, belinya di sini," kata Safwa.

"Enggak khawatir sih, karena perginya kan tahun depan ya. Harusnya tahun depan sudah normal lagi, yang penting menjalankan panduan dari pemerintah saja," lanjut Safwa.

Safwa berhasil mendapatkan tiket pesawat pulang pergi rute China seharga Rp 4.650.000. Harga ini ia anggap sangat murah karena untuk harga normalnya biasanya berkisar di angka Rp 15 juta PP.

Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved