Travel Tips

Main HP Sebelum Tidur, Bisa Bikin Anda Mudah Sakit

Bahkan sedang liburan, tidak jarang Anda begitu sulit melepas ketergantungan dari media sosial hanya untuk membaca tweet-tweet lucu.

Main HP Sebelum Tidur, Bisa Bikin Anda Mudah Sakit
Shutterstock
Ilustrasi: main handphone 

Main HP Sebelum Tidur, Bisa Bikin Anda Mudah Sakit

TRIBUNKALTIM.CO, TRAVEL - Di era teknologi modern seperti sekarang ini, rasanya wajar-wajar saja untuk pulang ke rumah untuk melepas penat setelah seharian beraktivitas dengan main HP sebelum tidur.

Bahkan sedang liburan, tidak jarang Anda begitu sulit melepas ketergantungan dari media sosial. untuk membaca tweet-tweet lucu atau melanjutkan episode terbaru serial TV favorit Anda di laptop.

Namun jika belakangan ini Anda jadi lebih sulit tidur malam, mungkin layar perangkat elektronik Anda yang harus disalahkan.

Pancaran sinar dari layar ponsel atau laptop sebelum tidur malam tak hanya dapat merusak pola tidur, namun juga dipercaya membahayakan kesehatan tubuh kita secara umum. Wah, kenapa ya?

Main HP sebelum tidur mengganggu kerja jam biologis tubuh

 

Setiap orang memiliki jam biologis tubuh (ritme sirkadian) yang berbeda, tapi pada umumnya sepanjang 24 jam dan 15 menit.

Ritme sirkadian dari orang-orang yang suka tidur larut malam akan lebih panjang, sedangkan ritme dari orang-orang yang rajin bangun pagi akan lebih pendek dari 24 jam.

Ritme sirkadian bekerja menanggapi perubahan cahaya terang dan gelap. Panjang gelombang cahaya yang berbeda memiliki efek yang berbeda pula pada produksi melatonin, hormon tidur.

Disebut demikian karena melatonin akan berada pada tingkat terendahnya pada siang hari, dan mulai dilepaskan dalam jumlah yang lebih banyak beberapa jam sebelum tidur.

Ini merupakan cara tubuh mengatakan, “Hei, ini waktunya kamu tidur” dan memuncak di tengah malam — di waktu yang paling gelap gulita saat Anda terlelap.

Begitu tubuh terkena sinar matahari pagi (cahaya alami), jam biologis tubuh akan mengulang kembali siklusnya dengan menghentikan produksi si hormon pembuat ngantuk ini.

Tubuh manusia ditemukan paling lemah terhadap spektrum cahaya biru, yang juga ditemukan dalam pancaran sinar dari layar perangkat elektronik.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Server
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved