Travel Parents

Ini Dampaknya Jika Ortu Main Handphone Sambil Mengasuh Anak

Entah karena urusan pekerjaan atau sekadar mengecek media sosial, orangtua yang terus-menerus memeriksa HP memiliki dampak negatif

Editor: Geafry Necolsen
HelloSehat
Dampak buruk gadget pada perkembangan anak. 

Ini Dampaknya Jika Ortu Main Handphone Sambil Mengasuh Anak

TRIBUNKALTIM.CO, TRAVEL - Apakah Anda tipe orang yang tidak bisa lepas dari smartphone?

Entah karena urusan pekerjaan atau sekadar mengecek media sosial, orangtua yang terus-menerus memeriksa HP memiliki dampak negatif pada perkembangan perilaku anak.

Jadi, jangan sibuk main HP saat mengasuh anak. Kebanyakan orangtua yakin bahwa mereka adalah teladan yang baik.

Memang, tidak semua orangtua sibuk dengan gadget-nya saat bersama dengan anak.

Namun, kita juga tidak bisa memungkiri di masa kini, HP dan teknologi dunia maya lainnya sering “merenggut” seseorang dari kenyataan di sekelilingnya, termasuk anaknya sendiri.

Hal ini turut dilaporkan oleh survei media riset Common Sense. Survei ini melibatkan lebih dari 1.700 orangtua yang memiliki anak-anak berusia 8 sampai dengan 18 tahun.

Dari penelusuran Common Sense, ditemukan bahwa orangtua menghabiskan waktu di depan layar kira-kira sembilan jam per hari.

Ini termasuk main HP saat mengasuh anak, dengan sebagian besar waktu dihabiskan untuk menjelajahi media sosial pribadinya. Sedangkan kira-kira 90 menit dihabiskan untuk kepentingan pekerjaan.

Menurut James P. Steyer, pendiri dan CEO Common Sense mengatakan bahwa temuan ini sangat menarik, orangtua dan anak sama-sama menggunakan gadget dan teknologi untuk hiburan mereka, tapi di sisi lain orangtua juga mengungkapkan kekhawatiran terhadap kecanduan gadget untuk anak-anaknya.

Ini dampaknya jika orangtua main HP saat mengasuh anak

Informasi dan aktivitas di dunia maya lainnya memang tidak selamanya berpengaruh negatif pada para penggunanya.

Hal ini turut disepakati oleh 94 persen orangtua dalam survei yang sama. Mereka menyatakan bahwa teknologi memiliki manfaat bagi anak-anak mereka.

Sebanyak 44 persen orangtua bahkan merasa percaya bahwa gadget dapat membantu membangun persahabatan untuk anak-anaknya.

Alasan yang sama juga melatarbelakangi para orangtua tetap setia dengan beragam kegiatan dan kesibukan mereka di dunia maya.

Namun, penelitian baru-baru ini menunjukkan kaitan antara penggunaan gadget dengan potensi hubungan yang kurang harmonis antara orangtua dan anak-anak.

Brandon T. McDaniel dalam penelitian di jurnal Child Development menyatakan bahwa perilaku anak yang buruk berhubungan dengan waktu yang dihabiskan orangtua dalam bermain gadget, termasuk main HP saat mengasuh anak.

McDaniel, peneliti dari Illinois State University di Amerika Serikat ini, menyebut gangguan tersebut sebagai technoference.

Penelitian tersebut melibatkan 170 keluarga dengan dua orangtua, dan peneliti meminta ibu dan ayah untuk melengkapi kuesioner secara terpisah.

Hampir setengah dari orangtua yang disurvei (48 persen) mengatakan bahwa teknologi mengalihkan perhatian mereka dari anak-anak mereka setidaknya sampai tiga kali sehari.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved