Travel Parents

8 Tanda Stres Pada Anak yang Harus Diwaspadai Orangtua, Ajak Mereka Liburan

Biasanya anak yang sedang stres memang kembali melakukan berbagai kebiasaan yang dimilikinya saat kecil dulu, mengompol atau mengemut ibu jari.

Editor: Geafry Necolsen
HelloSehat
Gejala Stress Anak 

8 Tanda Stres Pada Anak yang Harus Diwaspadai Orangtua, Ajak Mereka Liburan

TRIBUNKALTIM.CO, TRAVEL - Menurut sebuah survei nasional yang dilakukan oleh situs kesehatan asal Amerika Serikat, WebMD, kebanyakan orangtua tidak menyadari munculnya tanda-tanda anak stres.

Ini bisa jadi disebabkan oleh suatu pemahaman keliru bahwa cuma orang dewasa yang bisa stres. Padahal, anak lima tahun sampai usia remaja juga mungkin diserang stres.

Penyebab anak stres tentu bermacam-macam.

Misalnya masalah dalam keluarga, tuntutan belajar dan bersaing di sekolah sangat tinggi, ada anggota keluarga yang sakit keras, atau tekanan sosial dari lingkungan pergaulannya.

Anak-anak dan remaja umumnya belum bisa memahami dan mengungkapkan apa yang mereka rasakan.

Mereka sendiri bahkan tidak sadar kalau yang dialaminya adalah stres. Oleh karenanya, sudah menjadi tugas Anda sebagai orangtua untuk membantu mengenali gejala-gejala stres pada anak dan remaja.

tantrum pada anak yang berbahaya

Perhatikan kalau akhir-akhir ini anak menunjukkan perubahan perilaku yang kurang baik. Apakah anak jadi mudah marah, tersinggung, mengeluh, membantah, atau menangis?

Anak dan remaja juga mungkin lebih sering berbohong dan menyalahi aturan di rumah. Contohnya keluyuran sampai malam atau menolak mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang jadi tanggung jawabnya.  

2. Mudah takut

anak mimpi buruk

Salah satu ciri-ciri anak stres adalah tiba-tiba jadi mudah takut. Entah itu takut tidur sendiri, takut ruangan yang gelap, takut ditinggal orangtua, atau takut menghadapi orang asing.

Apalagi kalau sebelumnya anak adalah sosok yang cukup pemberani. Ini adalah tanda bahwa stres yang dialami anak sudah cukup parah.

3. Menarik diri dari keluarga atau pergaulan

anak melakukan bullying

Saat dilanda stres, anak mungkin memilih untuk menghindari interaksi dengan keluarga atau teman-temannya.

Perhatikan apakah anak selalu menghindar ketika Anda bertanya, tidak mau diajak makan atau pergi bersama, atau lebih sering menghabiskan waktu sendirian di kamar. 

Begitu juga kalau anak jadi jarang bermain dengan teman-temannya.

4. Sakit tanpa penyebab yang jelas

gejala demam berdarah

Jika stres yang muncul sudah begitu serius, anak biasanya mengalami gejala-gejala fisik seperti sakit perut, sakit kepala, atau pusing.

Padahal ketika diperiksa ke dokter, anak tidak sedang mengidap penyakit tertentu. Gejala-gejala tersebut adalah reaksi tubuh anak terhadap stres.

5. Perubahan nafsu makan

vitamin penambah nafsu makan

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved